ID Blog Kamu: air terjun

Tampilkan postingan dengan label air terjun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air terjun. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Oktober 2012

Delapan Air Terjun Tertinggi di Indonesia


Dilihat dari pengertiannya dari air terjun ini adalah formasi geologi dari arus air yang mengalir melalui suatu formasi bebatuan yang mengalami erosi dan jatuh ke bawah dari ketinggian. Air terjun dapat berupa buatan yang biasa digunakan di taman. Beberapa air terjun terbentuk di lingkungan pegunungan yang terjadi erosi. 

Nah, di Indonesia ini ada beberapa air terjun yang memiliki ketinggian yang beragam dari yang paling tinggi sampai yang tidak terlalu tinggi. Tentu kesemua air terjun ini  memiliki keindahan dan karakteristiknya masing-masing.   Dimana sajakah air terjun itu berada, berikut adalah daftar delapan air terjun tertinggi di Indonesia berdasarkan ketinggiannya:

Air Terjun Sigura gura (250 meter)
Terletak sekitar 250 km dari Medan. Air terjun yang dihasilkan oleh sungai Asahan yang berasal dari Danau Toba ini memiliki ketinggian 250 meter.
sumber foto:www.tujuanpariwisata.com
Air Terjun Madakaripura (200 meter)
Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang, Probolinggo merupakan salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini dikenal sebagai tempat pertapaan Mahapatih Gajah Mada sebelum mengabdi di kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, 3 di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi.
sumber foto: www.roorey.multiply.com
Air Terjun Payakumbuh di Ngarai Harau (150 meter)
Air terjun ini terletak di Ngarai Harau, 35 km dari Bukittinggi. Berada di sela-sela perbukitan dan lembah harau terdapat sebuah jurang yang dalam dan sebuah air terjun yang sangat indah, bahkan kadang dipenuhi oleh sekumpulan kupu-kupu beterbangan, sehingga membuat air terjun ini merupakan kombinasi alam dengan pemandangan yang sangat indah.
sumber foto: www.x22-28x.blogspot.com
Air Terjun Sedudo (105 meter)
Air Terjun Sedudo terletak di Ngliman, kecamatan Sawahan. sekitar 30 km dari Nganjuk. Selain sebagai objek wisata, air terjun ini sering dijadikan tempat pelaksanaan Upacara Tradisional oleh masyarakat dan Pemerintah setempat. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Air Terjun Curug Citambur (100 meter)
Air terjun Citambur, sebuah air terjun yang tingginya sekitar 100 meter di Desa Karang Jaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat. Dikelilingi oleh hutan alami dengan pemandangan yang sangat indah menjadikan air terjun ini merupakan objek wisata yang eksotis.
sumber foto: www.hadisome.wordpress.com
Air Terjun Moramo (100 meter)
Terletak 65 km di sebelah timur Kendari, Air Terjun Moramo mudah diakses oleh mobil atau dengan perahu. Keunikan dari air terjun ini yakni memiliki tingkatan sebanyak 127 tingkatan setinggi 100 meter sepanjang 2 km diperbukitan dataran tinggi Sulawesi Tenggara. Dan dikelilingi oleh hutan alami yang menjadi tempat habitat asli Sulawesi Tenggara.

Air Terjun Curug Cimahi (85 meter)
Terletak di Desa Cisarua, sekitar 10 kilometer dari Cimahi, atau sekitar satu jam dari Bandung. Bagi warga sekitar yang ingin mencari hiburan alam dan menjauh dari hingar bingar kota metropolitan, air terjun ini merupakan tujuan wisata yang pas untuk mereka.

Air Terjun Grojogan Sewu (81 meter)
Air Terjun Grojogan Sewu ini terletak di kaki Gunung Lawu (2632 mdpl), 27 km dari Kab. Karang anyar, Jawa Tengah. Air terjun ini merupakan salah satu dari program wisata yang disebut "INTANPARI" (Industri Pertanian dan Pariwisata), air terjun ini memiliki ketinggian 81 meter diukur dari bawah ke atas. (berbagai sumber)


Kamis, 04 Oktober 2012

Mitos Burung Besar dan Keindahan Air Terjun Sambabo


Bicara soal air terjun di Indonesia, tak lengkap rasanya apabila tidak bercerita juga mengenai cerita dibalik keindahan dari air terjun tersebut. Mitos, cerita masyarakat, misteri, atau yang lainnya terkadang memang disangsikan kebenarannya, namun apa mau dikata terkadang dengan adanya cerita-cerita semacam itu kita semakin penasaran untuk mengunjunginya seraya ingin menguji kebenarannya.  
Ilustrasi: Air Terjun Niagara
Tak ada salahnya bukan? sambil menikmati keindahan alam yang ada kita menelusuri cerita yang menyelingkupi tempat wisata tersebut. Yah, minimal sekedar bertanya dengan penduduk lokal yang ditemui di lokasi wisata adalah langkah yang paling sederhana untuk mengetahui lebih lanjut kebenaran cerita itu. Walaupun jawaban yang didapatkan hanya sebatas cerita yang mengambang dan tak jelas., tetapi siapa tahu ternyata cerita malah sebaliknya.
Nah, jika Air Terjun Pengantin atau Curug Penganten menyimpan cerita soal suara gamelan dan bedil yang dapat meledak jika kiamat datang, atau lubang misterius yang ada di Curug Bangkong. Lain halnya dengan cerita yang ada di Air Terjun Sambabo yang berada di Desa Ulumambi, Kecamatan Bambam, Minahasa, Sulawesi Barat.

Konon di air terjun itu didiami oleh seekor burung raksasa yang tidak diketahui jenisnya apa Bulunya sendiri digambarkan seperti plastik yang air pun tak dapat tembus. Burung ini berada di belakang air terjun dalam gua.

Burung ini tak seperti burung pada umumnya yang terbang berkeliaran karena entah kenapa ini hanya keluar pada musim kemarau dengan suara yang keras dan aneh. Nah, bagi siapapun yang bisa mendengar dan melihatnya, maka akan mendapat peruntungan. Bagi yang memiliki usaha akan berhasil, bagi yang lajang akan segera menemukan jodohnya, bagi yang sakit akan segera sembuh dari penyakitnya.

Burung ini konon menjelajah ke setiap kampung-kampung di sekitaran wilayah air terjun, tak hanya itu burung ini pun terbang sampai ke Pantai Barat Selat Makassar. Lantaran suka menjelajah itulah, masyarakat lokal menyebutkan dengan “Samba Botto” atau “Sambabo” atau wilayah yang luas artinya dan yang kini menjadi nama air terjun tersebut.

“Niagara” Sulbar
 Soal panorama keindahan dari air terjun ini, banyak yang mengatakan tak kalah dengan keindahan air terjun Niagara yang berada di Amerika. Dengan memiliki tiga tingkat dan berada di ketinggian 400 meter, banyak dari wisatawan berbagai negara menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat ini. Ditambah lagi air terjun tertinggi di Sulawesi ini berada di lereng gunung dan hutan yang masih asri yang terjalin menjadi sebuah perpaduan dekorasi alam yang indah, tak pelak Air Terjun Sambabo pun menjadi ikon pariwisata Kabupaten Mamasa yang banyak dikenal orang.

Selain Air Terjun Sambabo, Kabupaten Mamasa juga memiliki potensi wisata lain yang tak kalah menarik yaitu Air Terjun Mambulilin yang berada di Kecamatan Mamasa. Air Terjun ini berada di lembah lereng bukit Gunung Mabuliling yang bersebelahan dengan Gunung Ganda Dewata yang banyak dikunjungi oleh para pendaki.

Lokasi Air Terjun Sambabo
Tertarik? Jika ingin kesana, air terjun ini berada sekitar 15 Km dari kota Mamasa atau kurang lebih 300 Km dari Kabupaten Polewali Mandar dan bisa dijangkau dengan kendaran bermotor atau roda empat. Di kota Mamasa sendiri banyak fasilitas yang disediakan untuk para wisatawan, dari hotel, penginapan, restoran, pusat oleh-oleh sampai rental mobil. Anda yang ingin menuju ke air terjun mungkin berkunjung ke rental mobil merupakan pilihan yang tepat.(berbagai sumber)

Selasa, 25 September 2012

Satu tahun lebih muda di Air Terjun Benang Kelambu?

Mungkin jika benar air terjun di Lombok ini membuat orang menjadi lebih muda setahun, tak bisa dibayangkan berapa banyak orang-orang akan pergi ke sana dan mencobanya. Yah, sekali lagi namanya mitos terserah anda sekali lagi untuk mempercayainya.

Mitos ini bukanlah sesuatu yang aneh jikalau kita berbicara mengenai tempat-tempat wisata di Indonesia contohnya Kolam Narmada di Lombok, Air Terjun Tiu Kelep, Air Terjun Tirtosari dan air terjun lainnya  . Justru dengan hadirnya mitos tersebut seakan-akan menambah cerita tersendiri bagi tempat wisata itu selain keindahan alamnya tentu saja. 
sumber foto:www.uun-halimah.blogspot.com
Contohnya jika teman anda pergi ke suatu tempat tertentu yang belum pernah anda kunjungi sebelumnya, pastilah dia akan bercerita bercerita panjang lebar mengenai tempat itu. Tambah semangat jika teman anda sendiri belum pernah kesana. 

Mitos Setahun Lebih Muda
Ya, dalam kisahnya pun terkadang terselip cerita-cerita di luar dari apa yang ada dilihat oleh matanya, termasuk cerita mitos atau dongeng dari tempat yang dikujunginya. Reaksi anda sudah tentu pasti akan penasaran dibuatnya. Anda yang skeptis mungkin akan menyisihkan waktu di antara jam sibuk anda dan pergi kesana di saat weakend.

Kembali lagi ke Lombok, air terjun yang konon katanya dapat menambah setahun umur kita ini bernama Air Terjun Benang Kelambu yang berada di daerah Kabupaten Lombok Tengah bagian utara atau tepatnya di Dusun Pemotoh Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara

Aliran air terjun ini Air Terjun Benang Kelambu ini bersumber langsung dari sumber mata air Danau Segara Anakyang ada di Gunung Rinjani dan letak air terjun ada bagian atas hulu air terjun Benang Stokel. Air itu mengalir keluar dari sela-sela pohon dengan enam deret titik air yang terciurah dari atas bukit mirip dengan kelambu. 
sumber foto: www.indo-lokal.com/
Aliran air terjun yang  memiliki ketinggian 35 meter ini jatuh tidak langsung ke dasar, tetapi akan jatuh pada tingkatan kedua di bagian atas yang berupa sebuah kolam yang bentuknya dari lempengan batu cadas. Dan setelah itu aliran air ini melewati beberapa susunan lempengan batu tersebut barulah akhirnya aliran air ini jatuh mencapai kolam yang ada di dasar. 

Lokasi Air Terjun Benang Kelambu
Bagaimana caranya kesana? pertama anda harus ada di Lombok terlebih dahulu dan kota Mataram selanjutnya. Lokasinya dari kota Mataram Lombok Barat adalah sekitar 42 Km atau sekitar 25 Km dari kota Praya Lombok Tengah

Untuk menuju lokasi ini dari Mataram, anda  dapat menempuhnya dari kota Mataram selama 45 menit dengan menggunakan kendaraan melalui Narmada, Desa Pancar Dao, dan Pasar Teratak. Akses menuju lokasi dapat dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah tiba di tempat parkir, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak di tengah hutan hingga tiba di lokasi. (berbagai sumber)

Rabu, 25 April 2012

Rindu Air Terjun, Pergi ke Bogor!

Anda yang di Jakarta, tak perlu jauh-jauh  pergi untuk menikmati suasana Air Terjun karena di Bogor yang dapat ditempuh beberapa jam saja dari Jakarta semuanya itu telah tersedia. Berikut ini adalah air-air terjun yang berada di kota Hujan , sekaligus air terjun yang paling dekat dengan Jakarta.

Curug  Bojong Koneng-Sentul (waktu tempuh 1 jam) 
Curug Bojong Koneng adalah sebuah air terjun alami yang ada di daerah Sentul, Bogor,  Indonesia. Curug ini menyajikan pemandangan alam yang alami, indah. Curug ini tergolong dekat dari Jakarta, dan dapat ditempuh dalam waktu 1 hari pulang  pergi. Lokasi tepatnya adalah di belakang komplek perumahan Sentul city.
sumber foto:www.ekoeriyanah.wordpress.com
Curug Panjang Mega Mendung (waktu tempuh 1 jam 15 menit)
Curug Panjang terletak di lereng Gunung Paseban dengan ketinggian sekitar 1000 mdpl yang berada di kawasan wisata seluas 30 hektar. Sungai inilah yang membentuk 4 air terjun di kawasan ini, mulai dari teratas yaitu: Curug Blao, Curug Panjang, Curug Bunder dan Curug Barong.
sumber foto: www.banditpangaratto.blogspot.com
Curug Cilember (waktu tempuh 1 jam 30 menit)
Curug Cilember berada di Desa Jogjogan Keca-matan Cisarua, 20 Km dari Bogor. Curug Cilember mempunyai daya tarik tersendiri berupa kesejukan alamnya yang terasa segar dan alami. Di sekitar sini Anda dapat menyaksikan kecantikan 12 spesies satwa kupu-kupu di taman bunga. Selain air terjun, terdapat pula Laboratorium penangkaran kupu-kupu yang akan melengkapi pengetahuan Anda tentang satwa kupu-kupu dari berbagai jenis. 
sumber foto:www.safrilblog.wordpress.com
Curug Nangka (waktu tempuh 2 jam)
sumber foto:www.wahyo.wordpress.com
Curug Nangka merupakan salah satu curug di Bogor selain, Curug Luhur dan Curug Cilember. Lokasi Curug Nangka bisa dikatakan berada dalam lembah yang curam dan dibatasi tebing-tebing yang tinggi. Selain menyajikan objek wisata berupa air terjun, di sekitaran lokasi air terjun banyak berkeliaran kera-kera liar. (berbagai sumber)

Melongok Air Terjun Jagasatru

Bali oh bali, bagi anda yang  ingin menemukan surga di dunia datanglah ke pulau dewata ini. Ok anda mungkin sudah pernah ke Bali dan merasakan eksotisme alam wisatanya, namun siapa sangka naga-naganya Bali ternyata  mempunyai sebuah air terjun yang cantik yang masih tersembunyi dalam belantara Karangasem, Buleleng.
foto:ww.bali.panduanwisata.com

Adalah Air Terjun Jagasatru, sebuah air terjun yang masih alami yang memiliki ketinggian cukup tinggi juga yaitu sekitar 40 meter.  Keberadaannya diapit oleh dua tebing yang curam yang dijejali oleh tetumbuhan yang besar. Memang objek wisata ini kurang populer dibanding dengan objek wisata lainnya di Buleleng. Namun akankah anda rela mengorbankan kecanduan travelling anda untuk tidak singgah dan merasakan keindahannya? Tentu saja tidak buka.

            Nah, bagaimana cara menjangkaunya air terjun ini? Pertama kali  anda harus pergi terlebih dahulu ke dusun Pateh Desa Duda Timur Kecamatan Selat, Karangasem. Sesampainya disana, Anda harus melewati jalanan bukit yang cukup terjal sekitar 1 Km. Jangan lupa berhati-hati agar tidak terpelesat dan jatuh ke tanah. Kerasnya rintangan akan terbayarkan jikalau anda sudah sampai ke titik tujuan.

            Spot yang ada di Jagasatru mirip dengan keindahan Air Terjun Git-Git yang tingginya hampir sama dengan air terjun ini. Akan tetapi, menurut warga sekitar Air Terjun Jagasatru memiliki aura spiritual yang kuat dan menganggap kawasan air terjun ini lebih cocok apabila dikembangkan menjadi objek wisata spiritual. Sehingga nantinya selain bisa menyaksikan keindahan alam di Jagasatru, juga bisa sekalian bersemedi atau meditasi sekaligus mendekatkan diri kepada alam.(berbagai sumber)

Senin, 23 April 2012

Yuk, Awet Muda Bersama Air Terjun

Banyak Air Terjun di Indonesia selalu dihiasi oleh cerita-cerita legenda rakyat atau bahkan mitos. Mitos yang paling populer jikalau kita membicarakan soal air terjun adalah mitos awet muda, yup awet muda. Namanya mitos keputusan ada di tangan anda untuk mempercayainya atau tidak. Tapi terlepas dari itu, di mana-mana saja air terjun yang mempunyai mitos awet muda itu berada, nah anda patut melihatnya di deretan daftar air terjun dibawah ini:

Air Terjun Tiu Kelep
Yang pertama air terjun Tiu Kalep, basah-basahan di air terjun yang berada dalam kawasan Air terjun ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, NTB dipercaya akan membuat kita awet muda. Air terjun ini memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat.  Terjunan airnya cukup deras dan besar dengan kolam yang terbentuk di bawahnya tidak begitu dalam hanya sepinggang orang dewasa.  Juga dasar kolam yang lembut dan datar memungkinkan pengunjung dapat berenang.
sumber foto: www.lombokjalanjalan.blogspot.com

Air Terjun Tirtosari
Kedua adalah air terjun Tirtosari yang masih berada dalam satu kawasan obyek wisata Telaga Sarangan yang terletak Desa Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Masyarakat sekitar percaya bahwa dengan membasuh muka di Air Terjun Tirto Sari akan membuat awet muda dan menambah kecantikan khususnya bagi wanita.
sumber foto:ww.dedex-coy.blogspot.com
Air Terjun Tancak Kembar
Air terjun ini sebenarnya adalah air terjun ketiga yang ada di wilayah Bondowoso yang berjarak 77 kilometer dari pusat kota dan terletak di Desa Andungsari Kecamatan Pakem. Nah, seperti kedua air terjun di atas warga sekitar yang hidup di wilayah air terjun percaya bahwa air yang mengalir dari air terjun ini dapat membuat awet muda.

sumber foto:www.animfahmy.wordpress.com
Curug Cikaweni
Tak jauh dari jakarta, tepatnya di kota hujan Bogor juga terdapat air terjun yang konon katanya membuat kita awet muda apabila mandi-mandi disana, yaitu Air Terjun atau Curug Cikaweni. Lokasinya berada di daerah Bedogol, Bogor tepatnya di kaki gunung Pangrango. (berbagai sumber)

Legenda Air-air Terjun di Indonesia

Negara ini memang kaya akan cerita legenda, hampir di setiap daerah seantero Indonesia ini mempunyai legendanya masing-masing, bahkan untuk air terjun sekalipun cerita legenda itu begitu melekat kepada pesona alam yang yang satu ini.

Entah anda ingin mempercayainya atau tidak kebenaran dari suatu cerita legenda, akan tetapi yang jelas beberapa  air terjun di bawah ini sarat akan cerita sebuah legenda yang diyakini atau dianggap oleh masyrakat yang tinggal di sekitaran air terjun  pernah terjadi di masa lalu

Air Terjun Nglirip: Putri yang Patah Hati
Dibalik gemerincik air yang jatuh silih berganti di Air terjun Nglirip Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan,  Tuban, Jawa Timur terdapat sebuah cerita legenda Nglirip. Alkisah legenda itu bermuara  dari pertemuan salah satu Adipati Tuban di zaman sebelum kerajaan Majapahit dengan seoarang wanita cantik.

Saat itu adipati kepincut dengan kecantikan  gadis desa anak dari tokoh masyrakat setempat. Sakin terpesonanya gadis perawan itu akhirnya dipinang dan dijadikan istri untuk yang kesekian kalinya. Meskipun menjadi istri adipati hingga memiliki anak perawan, tapi entah kenapa ia tak mau diboyong ke pendapa kadipaten.

Eh, ternyata belakangan diketahui bahwa gadis yang telah dinikahinya itu memiliki kekasih lain yang bukan dari kalangan ningrat alias  rakyat jelata. Namun naas, hubungan asmaranya itu ditentang orangtuanya, baik dari ibunya maupun ayahnya sang adipati. Sang gadis akhirnya minggat dari rumah apalagi setelah mengetahui kekasihnya yang konon bernama Joko Lelono itu tewas dibunuh prajurit kadipaten atas perintah ayahnya.
sumber foto: www.secangkircoklatpanas.blogspot.com
Sang putri pun memutuskan untuk bertapa di salah satu goa di balik air terjun di tengah hutan, air terjun Nglirip. Putri yang patah hati ini menutup diri menolak ditemui siapapun. Putri yang bertapa itu kemudian disebut putri Nglirip dan masyarakat meyakini, putri Nglirip akan marah jika rumahnya di sekitar goa air terjun Nglirip dipakai pacaran.

Air Terjun Carang Kuning
Agak sediki berbeda dengan Air Terjun Nglirip, walaupun Air Terjun Carang Kuning ini juga diambil dari legenda seorang putri, namun kisah putrinya tidak setragis air terjun yang berada di daerah Tuban itu. Nama air terjun yang terletak di Lumajang ini diambil dari nama seorang putri pada zaman kerajaan Majapahit yang sering mandi di bawah air terjun tersebut.
Nama putri itu dikenal dengan Putri Carang Kuning. Entah karena mempunyai kulit kuning langsat seperti kebanyakan putri-putri raja atau kedekatan dengan simbol tempat itu sehingga dijuluki carang kuning pasalnnya di dekat lokasi air terjun banyak ditumbuhi oleh pohon bambu kuning. Kata “carang” berarti ranting-ranting bambu, kata “kuning” yang berarti simbol warna dari bambu.

Air Terjun Songgolangit: Berawal dari kisah tragis sepasang Pasutri
Alkisah,  hidup seorang jejaka yang berasal dari desa Tunahan yang  menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asal Dukuh Sumanding Desa Blucu Kecamatan Kembang. Jalinan cinta mereka begitu  kuat hingga  berlanjut ke jenjang perkawinan.
sumber foto: www.edyraguapo.blogspot.com
Pada suatu fajar si isteri bersiap menyiapkan makanan pagi untuk si suami tercinta. Dalam penyediaan sarapan tersebut si isteri kurang hati-hati sehingga menimbulkan suara-suara alat dapur yang saling bersentuhan. Sang mertua (ibu si isteri) menegur anaknya  “Ojo glondhangan, mengko mundhak bojomu tangi” atau dalam bahasa Indonesia  “Jangan gaduh, nanti suamimu terbangun”. Rupanya si suami salah mendengar “Kerjo kok glondhangan, rumangsamu barange bojomu” atau dalam bahasa Indonesia “Kerja kok gaduh, memangnya barang bawaan suamimu”.

Pada saat itu juga si suami itu merasa tersinggung dengan perkataan sang mertua itu, kemudian pada tengah malam kedua pengantin tersebut berniat pergi dari rumah untuk pindah ke tempat asal suami dengan mengendarai pedati/gerobak yang ditarik oleh sapi.

 Nah, antara desa Tunahan dan desa Blucu itu terbentang sungai. Di malam hari buta,  pedati yang mereka naiki ternyata salah jalan hingga tanpa mereka sadari pedatinya masuk jurang (sekarang air terjun Songgolangit yang berada di Jepara dan pasangan pasutri  itu pun hilang dalam kegelapan jurang yang dalam. (berbagai sumber)

Selasa, 17 April 2012

Asal Muasal Nama-nama Air Terjun di Indonesia

Banyak nama air terjun yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia ini diambil dari cerita-cerita rakyat, peristiwa atau keunikan yang berasal dari daerah tempat terjun itu berada. Nah dibawah ini ada beberapa air terjun di Indonesia yang terinpirasi dari berbagai hal diatas:

Curug Orok (Kuningan)
Kenapa dinamakan air terjun orok?  menurut cerita masyarakat lokal pada tahun 1968 ada seorang wanita muda yang membuang bayinya dari puncak air terjun. Entah apa maksud ibu muda itu membuang jabang bayinya, mungkin dianggapnya anak yang tidak dinginkan atau anak haram, semacam pengorbanan atau yang lainnya entahlah. Tetapi setelah kejadian itu air terjun yang berada di Kuningan, Jawa Barat ini lalu dinamakan Curug Orok. Kalau dilihat dari bentuknya curug ini mempunyai  dua curug dimana yang besar melambangkan keberadaan ibu si bayi dan yang kecil itu melambangkan bayi tersebut.
foto: www.indonesia-lovetravel.blogspot.com
 Air Terjun Cimanganten (Garut)
Sebenarnya banyak versi kenapa  air terjun ini dinamakan Cimanganten. Tapi menurut salah satu pengurus curug cimanganten. Nama cimanganten ini berasal dari kata timbanganten atau menimbang-nimbang golok dengan air. Cimanganten merupakan salah satu nama air tejun yang berada di Desa Padamulya, Kecamatan Pasir Wangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat
foto: www.newswisata.blogspot.com

Air Terjun Kakek Bodo (Tretes Jawa Timur)
Nama Air terjun ini berada di kawasan wisata Tretes di lereng Gunung Welirang di pegunungan Prigen, Jawa Timur, ini rada unik, air terjun Kakek Bodo. Kenapa dinamakan kakek Bodo? nah  menurut cerita penduduk setempat  Kakek Bodo itu dahulunya adalah seorang pembantu rumah tangga di keluarga Belanda. Kemudian demi tujuan sucinya ia rela meninggalkan keluarga Belanda tersebut  dan memilih untuk mensucikan diri meninggalkan masalah keduniawian dengan bertapa. Karena sikapnya lantas keluarga Belanda yang ditinggalkannya itu menyebutnya sebagai kakek yang bodoh (Kakek Bodo).
foto: www.arekgresik.com
Berkat bertapanya sang kakek memiliki kelebihan/kesaktian yang digunakan untuk membantu masyarakat setempat yang meminta pertolongan. Kakek Bodo meninggal di tempat bertapa. Makamnya sampai sekarang dikeramatkan oleh penduduk setempat dan banyak dikunjungi para pejiarah dari berbagai kota besar.

Curug didomba (Kuningan)
Nama Sidomba dari curug Sidomba sendiri berasal dari nama binatang domba atau kambing karena di daerah ini banyak terdapat domba yang memiliki tanduk lebih dari dua. Curug Sidomba merupakan sebuah obyek wisata yang terletak di kaki gunung Ciremai. Berlokasi di desa Peusing kecamatan Jalaksana yang dapat ditempuh sekitar 30 menit dari kota Kuningan Jawa Barat. Nah, katanya ikan Kancra Bodas yang ada di sekitar air terjun itu tidak bisa ditangkap, ketika dikuras ikan-ikan ini menghilang tidak diketemukan. Ada aturan bagi pengunjung untuk tidak bolehkan memberi makan atau memancing ikan di area ini dan juga tidak diperbolehkan untuk berkata yang kasar, menurut penjaganya bakal ada akibatnya.
foto: www.blogspot.com
Air Terjun Sendang Gila (Mataram)
Air Terjun di Mataram ini memiliki cerita dan mitos yang unik. Menurut kepercayaan penduduk sekitar, air terjun ini secara tidak sengaja ditemukan saat memburu singa gila yang saat itu sering mengacau di salah satu kampung setempat. Kemudian saking ketakutannya singa itu lalu masuk hutan, dalam pengejaran itulah masyrakat kemudian menemukan tempat air terjun. Itulah kenapa air terjun ini kemudian dinamakan Sendang Gila.
sumber foto: www.bumi-nusantara.blogspot.com
Air Terjun Coban Rondo (Jawa Timur)
Air terjun yang Kecamatan Pujon di Pegunungan Panderman Kota Batu, Malang, Jawa Timur punya cerita yang rada sedikit menyedihkan perihal asal usul namanya. Alkisah, konon dulu ada sepasang pengantin baru yang bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusuma dari Gunung Anjasmoro.

           Nah, saat  usia pernikahan mereka mencapai 36 hari, Dewi Anjarwati mengajak suaminya itu untuk berkunjung ke Gunung Anjasmoro. Mendengar niat tersebut, kedua orang tua Dewi Anjarwati melarangnya karena usia pernikahan mereka yang masih baru Tetapi keduanya bersikeras untuk berangkat.
          Dalam perjalanan mereka dikejutkan dengan kehadiran Joko Lelono yang tidak jelas asal-usulnya. Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan berusaha merebutnya. Perkelahian pun tidak bisa dihindarkan, kepada punokawan yang menyertaimereka Raden Baron Kusuma meminta agar Dewi Anjarwati disembunyikan disuatu tempat yang ada Cobannya (air terjun). Dalam perkelahian itu Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono sama-sama tewas. Kontan kematian suaminya Dewi Anjarwati menjadi janda (dalam bahasa Jawa disebut Rondo). Sejak saat itu air terjun tempat Dewi Anjarwati menunggu suaminya kembali dari perkelahian disebut dengan Coban Rondo.(berbagai sumber)

Jumat, 13 April 2012

Curug Bangkong yang Penuh Misteri

Di balik keindahannya, Curug Bangkong memang penuh misteri bagaimana tidak? Dari asal muasalnya saja sudah mengundang misteri. Eh, ternyata banyak juga yang beranggapan bahwa air terjun ini tempat yang seram alias angker. Hal ini bermula dari anggapan orang-orang di masa lalu yang mengaitkannya dengan peristiwa ditemukannya orang mati di sana. 

Mereka menganggap kematian itu sebagai tumbal keangkeran Curug yang terletak di Desa Kertawirama Kecamatan Nusaherang, Kuningan ini. Peristiwa itu sendiri terjadinya sudah sangat lama, bahkan sebelum Indonesia merdeka. Ya di sekitar tahun 1944, saat itu ada seorang pemuda bernama Yoyo entah kenapa tewas di Curug Bangkong dan jasadnya tak pernah ditemukan sampai sekarang. 
Nah, imbas dari tewasnya Yoyo itulah akhirnya para pengunjung Curug Bangkong dilarang mandi. Selang puluhn tahun kemudian di  tahun 2002, juga ada  pemuda yang meregang nyawa disana.  Adalah Tatang (18), seorang pemuda mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di sekitar curug. Dua kejadian ini membekas di dalam benak masyarakat, dan kemudian menganggap air terjun itu sebagai tempat yang angker. 

Di tahun tahun 1970 pernah terjadi peristiwa aneh, saat itu masyarakat melihat cahaya terang benderang yang melayang-layang di sekitar areal Curug Bangkong. Cahaya itu lantas mendarat dan menghilang di sebuah makam keramat yang ada di sana yang ternyata itu adalah Makam Pangeran Arya Salingsingan

Makam itu merupakan makam seorang panglima Kerajaan Talaga, yang dipercaya sebagai salah satu penyiar syiar Islam di daerah Kuningan Barat. Beliau adalah seorang utusan Sunan Gunung Jati. Akan halnya lubang misterius yang ada di balik Curug Bangkong. Seorang Spiritualis Tatar Sunda pernah bilang adanya sebuah lubang setinggi 1 meter dengan lebar 0,8 meter. Letaknya persis di belakang sebelah kiri curug itu. 

Dan konon pula panjang gua itu hampi 1 Km (tepatnya 800 m). Sesepuh desa mengatakan ujung lubang itu tembus sampai ke Gunung Embun. Terbukti bila debit air mencapai 5 meter kubik atau lebih, maka embun akan keluar dari lubang-lubang yang ada di sana. 

Di tahun 1950-an, pernah ada orang yang penasaran akan ke dalaman lubang ini. Sebagai uji coba, dimasukkanlah seekor anjing yang diikat tali ke dalam lubang. Setelah sekian lama di tunggu, tali kemudian ditarik. Ternyata anjing itu menghilang dan yang kembali cuma ikatan tali di leher si anjing tadi. Menurut cerita dari mulut-ke mulut, konon anjing itu dimakan ular sanca kembang yang panjangnya mencapai 15 meter dan badannya sebesar paha orang dewasa. (berbagai sumber)

Kamis, 12 April 2012

Curug Bangkong dan Mbah Wiria

Nama tempat terutama air terjun itu biasanya terinpirasi dari cerita-cerita yang beredar di masyarakat setempat, seperti Air Terjun Bidadari, Sri Gethuk, dan yang lainnya. Setali tiga uang dengan air terjun-air terjun itu, Curug atau Air Terjun Bangkong yang  berada di Desa Kertawirama Kecamatan Nusaherang Kuningan, Jawa Barat ini juga terinipirasi dari hal yang sama.

Nah, menurut tutur dari mulut ke mulut, alkisah dulu ada orang tua yang bernama Wiria. Dia adalah  seorang pertapa yang sedang berkelana yang berasal dari Ciamis.  Dalam perjalananya  pertapa tua ini tak sengaja menemukan sebuah air terjun atau curug . Setibanya di sana ia merasakan ada aura yang berbeda. Ketika itulah batinnya merasa terpanggil oleh kekuatan gaib yang ada di sekitar curug. Wiria yakin itulah tempat yang tepat untuk melakukan tirakatnya, lantas ia yakin pula bila di tempat itu  dirinya dapat jmelakukan ilafat.

Namanya juga manusia yang  perlu sosialisasi, di sela-sela tirakatnya itu, Wiria  menyempatkan diri bergaul dengan masyarakat. Ia lalu mengajarkan masyarakat lokal soal tata cara bagaimana membuat gula kawung (gula merah) yang bahan mentahnya banyak tumbuh di lingkungan sekitar. Dalam waktu singkat karena masyarakatnya antusias, hampir seluruh penduduk desa pandai membuat gula kawung dan akhirnya pekerjaan itu pun menjadi mata pencaharian penduduk sekitar.
Nama Wiria pun seiiring dengan itu menjelma menjadi Abah Wiria sebagai bentuk penghormatan masyarakat kepadanya. Dalam perkembangannya Abah Wiria mendapat panggilan batin dan kembali  areal curug untuk tirakat. Di mana Abah Wiria melakukan semadinya tak ada yang tahu  karena Wiria melakukannya secara diam-diam.  Konon, menurut cerita yang ada Abah Wiria melakukan tapa bratanya  di balik air terjun.

Berhari-hari, bahkan berbulan-bulan Abah Wiria berada di sana. Masyarakat  kemudian merasa kehilangan seorang tokoh yang selama ini membimbing. Mereka bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan Abah Wiria. Diduga kuat di gua itulah Abah Wiria melakukan semadinya dan Ini membuat warga desa bertanya-tanya.
foto: www.citography.wordpress.com
Teka-teki keberadaan Abah Wiria pun merebak ke pelosok-pelosok desa. Warga mencarinya tetapi sosok Abah Wiria tak kunjung ditemukan. Ada sebagian warga yang meyakini bila Abah Wiria sudah meninggal di dalam curug. Sementara yang lain meragukannya lantaran jasadnya tak pernah ditemukan. Kabar yang paling santer adalah dugaan bila Abah Wiria menghilang (moksa) karena telah sempurna melaksanakan ritual tapa brata.

Macam-macam dugaan pun berkembang di dalam masyarakat, sampai-sampai muncul dugaan aneh soal Abah Wiria, banyak yang meyakini tubuh orang tua itu telah menjelma menjadi seekor bangkong (kodok). Pasalnya,  sepeninggal Abah Wiria di sekitar curug sering terdengar suara-suara kodok. Padahal selama ini jarang warga di situ mendengar ada suara kodok disana. Anehnya, ketika suara kodok itu di dekati, tiba-tiba menghilang.

Atas dasar dugaan itu, akhirnya air terjun itu diberi nama Curug Bangkong. Dalam perkembangannya, banyak orang mengikuti jejak Abah Wiria bertapa di sekitar Curug Bangkong. Sehingga bila ada pendatang yang bermaksud melakukan tapa barata di sekitar curug, pasti akan disambut suara kodok. Nah, bila itu yang terjadi, konon seseorang akan bernasib baik. Doanya akan dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa, tapi ya wallahualam juga benar atau tidaknya. (berbagai sumber)

Selasa, 10 April 2012

Niagara Kecil Bandung Barat

Ingin lihat miniatur  air terjun Niagara yang ada di Amerika Serikat, coba Anda sempatkan datang ke Curug Malela  yang berada di Kab. Bandung Barat Kec. Rongga Desa, Cicadas. Yup, penampilannya memang sedikit mirip dengan Air Terjun Niagara di negeri Paman Sam sana, tapi air terjun di selatan kota Bandung Jawa Barat ini ini memang lebih kecil namanya juga miniatur.

Berbeda dengan air terjun Niagara yang sengaja dibentuk oleh tangan manusia, Curug Malela ini terbentuk  oleh proses alami selama jutaan tahun yang lalu. Curug Malela ini berada pada aliran sungai yang mengalir dari Ciwidey melalui sungai Cidadap yang selanjutnya bermuara di Cisokan. Curug Malela berada pada relief terjal plateau Rongga. Dimana relief tersebut membentuk lembah-lembah terjal dengan kemiringan lebih dari 100%  atau dengan  sudut kemiringan lebih dari 45 derajat.
Syahdan, keberadaan relief terjal plateau inilah yang membuat medan tempuh untuk sampai di Curug Malela sedikit melelahkan karena medannya berupa lereng lereng bukit . Dilihat dari morfologi batuannya Curug ini menunjukkan bebatuan besar yang sangat keras dengan dinding-dinding tegak yang licin.

foto:travel.detik.com
Bebatuan yang ada tersebut selanjutnya mendapat pergeseran secara signifikan yang dipengaruhi lempeng lokal pada jutaan tahun yang lalu. Maka terbentuklah Curug Malela dengan ketinggiannya yang mencapai sekitar 70 m dan lebar sekitar 100 m dan beberapa curug lainnya yang berada di daerah aliran sungai cidadap tersebut.

 Ada 7 curug dengan aliran air yang sama tetapi dengan keindahan yang berbeda-beda. Ketujuh curug tersebut mempunyai nama tersendiri seperti Curug Malela, Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Sumpel, Curug Ngebul, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk

Namun di sisi lain, relief terjal plateau ini membuat panorama keindahan alam begitu mempesona. Dimana lanskap yang terbentuk dari relief tersebut, menjadikan pemandangan indah dengan rimbunnya pepohonan berdaun hijau.
foto:disparbud.jabarprov.go.id
Kawasan Curug Malela sudah menjadi objek wisata kota Bandung dan Cianjur bahkan terkenal hingga luar kota. Tak lupa disarankan bila mengujungi Curug Malela tidak pada saat musim hujan, bersikap ramah dengan warga setempat dan membawa kendaraan pribadi karena disana tidak terdapat kendaraan umum.(berbagai sumber)

Sri Gethuk, Air Terjun Pusatnya Para Jin

Mau pergi ke tempatnya para jin berkumpul sekaligus menikmati pemandangan alam. Ada satu destinasi yang menarik di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta. Ya, nama destinasinya adalah Air Terjun Sri Gethuk, dilihat dari namanya sih seperti  percampuran antara nama wanita dengan makanan. Eh ternyata bukan,   nama air terjunnya itu ternyata terinspirasi dari cerita legenda yang berkembang di wilayah air terjun.

            Alkisah,  konon dari legenda yang berkambang di sekitaran wilayah air Terjun, daerah itu  merupakan tempat atau pusatnya para jin atau makhluk halus berkumpul yang dipimpin oleh Jin yang bernama Anggo Menduro.  Tentu kita manusia tidak bisa melihatnya kecuali mereka yang mempunyai keahlian khusus.
foto: www.travel.detik.com
         Nah,tanpa dinyana sang ketua jin ini  sangat menyukai segala macam kesenian, dari  dramben sampai  gamelan. Di saat tertentu di Air Terjun juga sering terdengar sura gamelan atau suara kerawitan atau disebut hanya merupakan pandulon yang menyuarakan gamelan atau dengan bahasa Jawa disebut pandulon yang suara tersebut kalau di dengarkan di lokasi Padukuhan Menggoran dan sekitarnya suara tersebut berasal dari lokasi air terjun. Wah jadi teringat dengan misteri di Curug Penganten Bandung ini yang juga terkadang mengeluarkan bunyi gamelan.

Tapi anehnya, kalau didekati suara itu akan hilang, suara tersebut adalah suara dramben dengan suara yang sangat dominan yaitu suara slompret,  maka tempat tersebut di kenal sebagai sebutan Slompret atau kemudian di sebut Slempret.  Air terjun Sri Gethuk juga dikenal dengan nama Air Terjun Slempret karena lokasi air terjun tersebut bertempat di lokasi Blok Slempret. 

Nah, dalam cerita legenda Gamelan ini anehnya  juga dapat dipinjam oleh manusia yang mempunyai kemampuan lebih dan juga dapat di manfaatkan untuk tabuan selayaknya gamelan biasa yang dapat kasat mata.

Masih dalam cerita yang sama, di lokasi Slempret ini raja jin Anggo Mendoro menyimpan alat musiknya di beberapa tempat di antaranya di lokasi Mergangsan dan juga Srikethuk. Mergangsan ini berada di sebelah bawah lokasi Sungai Oyo, tempat tersebut disebut Mergangsan karena dipergunakan sebagai tempat menyimpan gongso atau gamelan. 

Dan Sri Kethuk yang berada di lokasi air terjun,  di sebut Sri kethuk ini karena dipergunakan oleh Jin Anggo Menduro sebagai tempat penyimpanan salah satu instrumen gamelan dengan nama Kethuk. Hingga akhirnya menjelmalah nama air terjun itu menjadi Sri Gethuk. Anda mau kesana, coba cek saja ke wisata.kompasiana.com

Copyright © ID Blog Kamu

Canvas By: Fauzi Blog, Responsive By: Muslim Blog, Seo By: Habib Blog