ID Blog Kamu: Fakta

Tampilkan postingan dengan label Fakta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fakta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2013

2 Januari dan Kita

Tentangmu: 2 Januari 2011

Tentangmu: 2 Januari 2012
Halo, Tuan. Kita bertemu lagi di 2 Januari. Tanggal yang cukup penting bagiku, namun belum tentu penting bagimu. Ini sudah menjadi tradisi, sejak tiga tahun yang lalu. Tradisi semacam apa? Ya, seperti ini, aku senang menulis tentangmu berulang-ulang setiap tanggal 2 Januari. Sebagai pengingat bahwa dulu kita pernah berkenalan dan sempat dekat.

Cin... cino! Matamu yang sipit dan wajah orientalmu adalah potret yang tidak pernah aku lupakan. Bukan menjadi sesal, tapi sangat disayangkan jika selama tiga tahun ini, kita tak pernah begitu saling tahu, apalagi bertemu. Beberapa kali aku sempat mampir di kotamu, menikmati udara yang berembus manis di sana, berjalan-jalan ke daerah Malioboro— dekat dengan rumahmu.

Sungguh, kita sangat nyaman dengan ketidakjelasan seperti ini. Dulu, dulu sekali, beberapa tahun yang lalu, kedekatan kita adalah hal yang tak ingin aku sia-siakan. Bisakah manusia kecil seperti aku melawan kehendak Tuhan? Aku tidak sekuat itu. Perpisahan kita, yang terjadi tanpa dugaanku sebelumnya, tiba-tiba saja hadir. Kita, yang dulu adalah kutub selatan juga utara, yang saling tarik-menarik dan berdekatan, tak lagi punya alasan untuk berjalan sama-sama.

Tuan, aku sungguh tak percaya, hubungan kita yang berjalan singkat ternyata masih begitu melekat dalam ingatanku. Aku juga tak paham, mengapa sosokmu yang sempat begitu akrab di otakku telah berubah menjadi sosok yang tak lagi kukenal. Memang tidak ada kata pisah. Tidak juga ada ajakan untuk menyatukan aku dan kamu menjadi kita. Tapi, segalanya yang telah kulakukan bersamamu membawa kejutan dan kenangan tersendiri bagiku, entah bagimu.

Bolehkah aku bercerita tentang awal pertemuan kita? Mungkin, jika kamu menyempatkan diri untuk membaca, kamu akan bosan mendengar ceritaku. Pertemuan kita diawali dari sapaan terpendek di dunia, “Hai.” Cukup tiga huruf, dan itulah awal sederhana yang mengubah hidupku dan hidupmu. Sapa yang kulayangkan dari chat facebook itu berbuah balasan darimu. Sapaan iseng itu mengantarkan kita pada satu titik, titik ternyaman saat kita saling berkenalan. Aku mengetahuimu. Kamu juga mengetahuiku. Meskipun semua hanya maya, meskipun tak nyata, meskipun hanya lewat tulisan; kamu berbeda dan aku suka.

Kamu adalah veteran dari SMP Stella Duce dan juga veteran di SMA Kolese De Britto. Aku tahu kamu tidak nakal, Tuan. Kamu gigih dan selalu berjuang untuk yang ingin kauperjuangkan, tapi entah mengapa kautidak memperjuangkanku? Apa aku tak layak untuk diperjuangkan? Sudahlah, lupakan! Semua sudah lewat dan pertemuan kita harusnya bukan menjadi hal yang harus kusesali. Aku masih mengingat tentangmu. Tentang dedikasimu untuk PSS Sleman, kamu membuat kaos sebagai wujud kepedulianmu terhadap tim kesayanganmu. Kamulah yang berteriak lantang di depan para supporter Macan Demangan ketika DBL dimulai.

Waktu kita berkenalan, kamu masih SMA. Masih bersama kekasihmu yang dulu, yang seringkali kauceritakan padaku. Kamu... pria yang selalu lupa makanan apa saja yang masuk ke dalam mulutnya. Anak IPA berjiwa IPS. Pecinta Arsenal, penyuka PSS Sleman, penggemar Macan Demangan. Pria yang tak pernah mengeluh sakit dan selalu menggunakan infus untuk meredam nyeri. Keeper yang tak pernah sekalipun penampilanmu ditonton oleh wanita yang kaucintai. Kocak. Humoris. Supel. Dan, katanya, kamu seringkali membawa wanita berbeda ketika ada suatu acara di sekolahmu. Ah, Tuan, mengenai ini hanya soal gosip saja, tapi aku percaya kautidak seperti kata orang. Aku memercayaimu. Dan, apakah yang tidak kuketahui mengenai kamu?

Tuan, sudah tiga tahun, 2 Januari 2010 memang sudah terlewat. Aku juga sudah berubah, kamu juga sudah pasti berubah. Kenangan kita, hari-hari kita, segala yang terjadi di antara kita pasti sudah berubah. Kamu mungkin sudah melupakanku, melupakan setiap detail diriku yang pernah kuperlihatkan padamu. Segalanya pasti sudah berubah, Tuan. Tapi, kenangan tetap sama, meskipun orang-orang yang mengingatnya tak lagi sama.

Dulu, kita masih SMA. Sekarang aku dan kamu sudah merasakan bangku kuliah. Dulu, kita begitu dekat. Sekarang, kita bahkan tak saling kenal. Logiskah jika kamu yang tak pernah kutemui secara nyata bisa menyita perhatianku hingga sejauh ini?

Tuan, maafkan aku jika aku masih mengingatmu, masih ingin bercerita tentangmu, dan masih mengingat yang terjadi sewaktu kita masih bersama. Aku tahu ini semua salah, tapi menurutku bercerita tentangmu bukanlah hal yang salah.

Sekali lagi, selamat 2 Januari, Tuan.

Bersemangatlah di jurusan Hukum Universitas Gajah Mada yang sedang kautekuni. 

Tiba-tiba, aku merindukanmu.

Senin, 22 Oktober 2012

Perbedaan dan Air Mata






Matanya mengawasi saya sejak tadi, sejak saya mengetik dan menyeruput kopi. Dia terus bercerita, minta didengarkan, melihat sikap saya yang terus mengutak-atik laptop, Diana jadi kesal sendiri. Upss, saya mulai berani sebutkan namanya. Atas izin Diana, saya boleh menulis namanya. Wanita ini memang selalu diluar dugaan saya.  Wanita ini, dengan kerlingan matanya yang tajam sudah menyoroti saya. Dia juga tertawa terbahak-bahak ketika kisahnya tentang #CintaTapiBeda dilihat oleh puluhan ribu pasang mata. Aneh, mengapa dia begitu senang ketika kisah nyatanya saya tulis di blog pribadi saya? Saya kira dia akan marah, malu, kemudian membenci saya karena saya menulis posting-an blog berdasarkan kisah nyatanya.

Diana malah berterimakasih dengan mata berbinar, melihat komentar di bawah tulisan tersebut. Ia terharu karena kisahnya menginspirasi banyak orang agar menghargai dan menghormati perbedaan. Karena di luar sana, kadang kita tak tahu; bahwa perbedaan mampu menyakitkan bagi seseorang. Begitu juga bagi Diana, begitu juga bagi kekasihnya, Cahyo.

Mereka, seperti yang saya tuliskan kemarin, adalah pasangan beda agama. Diana, teman saya, seorang Khatolik sejati. Cahyo, kekasihnya, seorang Muslim. Berbeda dan berbenturan. Tapi, apakah karena perbedaan mereka dilarang jatuh cinta? Iya. Pasti. Tentu saja. Juga oleh kedua orangtua mereka.

Norma dan pandangan masyarakat tak mau tahu apa itu cinta, perasaan, juga pertemuan yang terjadi atas izin Tuhan. Diana dan Cahyo tak pernah bersungut-sungut pada Tuhan agar mereka dipertemukan lalu jatuh cinta. Tapi, mereka benar-benar bertemu, merasa nyaman, dan akhirnya bisa mendefinisikan arti cinta yang sesungguhnya; walaupun segalanya jadi tak mudah. Jujur, kisah mereka adalah kisah yang indah, bukan kisah-kisah manja, murahan, dan cinta-cintaan yang buang-buang waktu. Betapa indahnya pertemuan antara manusia dengan manusia, tanpa memikirkan segala atribut sosial yang mengekang kemanusiannya; agama.

Dalam kebahagiaan, kadang terselip tangisan. Dalam doa panjang untuk Tuhan, kadang terselip permintaan yang mungkin saja enggan Tuhan dengarkan. Tuhan yang mana yang sedang mendengarkan doamu? Tuhan yang menciptakan hujan? Tuhan yang menciptakan tulang rusuk untuk seorang pria? Tuhan yang menciptakan agama? Tuhan mencipta agama? Lucu.

Agama. Agama. Agama. Cinta. Cinta. Cinta. Tuhan. Hantu. Tuhan. Saya sedang sedikit emosional dan terbawa oleh ceritanya. Ketika semua orang, yang tahu kisah Diana dan Cahyo menganggap mereka pasangan “kutukan”. Begini, mereka hanya jatuh cinta, dan memperjuangkan yang bagi mereka harus diperjuangkan; apa salah mereka hingga banyak orang menilai mereka seperti sampah?

Apalagi, kedua orangtua. Memang, orangtua selalu inginkan yang terbaik bagi anaknya, bagi keturunannya, tapi terlalu menyakitkan bagi Diana dan Cahyo jika mereka harus berpisah hanya karena berbeda. Apakah tak ada jalan lain untuk menyatukan? Apakah orang-orang sekitar tak lagi peduli dengan perasaan dan perbedaan?

Memang, Diana dan Cahyo berbeda, tapi... APA SALAHNYA? Tidak dapat dipungkiri memang, orangtua juga ingin memiliki keluarga baru yang memiliki kesamaan dengan beliau-beliau. Manusia selalu takut dengan perbedaan, mereka selalu nyaman dengan hal yang terlihat sama di mata mereka. Padahal, berbeda belum tentu salah, dan punya kesamaan belum tentu benar. Seharusnya perbedaan ada bukan untuk disalahkan, dihakimi, lalu dianggap seakan-akan ada. Bukankah perbedaan harusnya jadi “sarana” untuk mengenal dan saling melengkapi?

Cinta milik Diana dan Cahyo memang terjadi begitu saja, tanpa sutradara, karena bukan drama. Diana mencintai Tuhan, begitu juga dengan Cahyo; walaupun mereka beribadah di tempat yang berbeda. Salahkah mereka?

Apakah perbedaan yang Tuhan ciptakan hanya akan jadi penghalang?

Dalam dingin yang menusuk-nusuk tulang
Saya tak lagi paham
Apakah cinta dan agama tak layak disatukan?

Selasa, 16 Oktober 2012

Beda Cinta, Setipis Keyakinan

Saya mengingat lagi cerita teman saya. Baru beberapa hari saya temui dia di cafe, di bilangan Depok, Jawa Barat. Jujur, pikiran saya masih terbebani oleh cerita yang ia ungkapan. Tentang hubungannya, tentang kekasihnya, yang jauh dari kata normal. Iya, mereka berbeda, tidak sama seperti orang lainnya.

Ketika dia bercerita dengan menggunakan air mata, saya tahu bahwa beban yang ia pikul sangatlah berat. Air mata yang saya lihat hari Rabu kemarin adalah luapan emosinya yang sempat tertahan. Saya bisa rasakan sakit yang memukul-mukul perasaannya. Tapi, dalam duk, masih terselip kebahagiaan yang mampu ia ceritakan pada saya, walau dengan suara tertatih, walau dalam halaan napas lirih.

Jatuh cinta adalah dua kata yang sulit dijelaskan. Tidak terdefinisikan. Soal hati, kata-kata seakan tak ahli untuk memaparkan juga mendeskripsikan. Saya tidak akan berbicara tentang cinta, juga tentang mimpi omong kosong yang diciptakan saat hadirnya cinta. Ini semua soal kenyataan, soal dunia yang begitu klise. Agama.

Air mata memang sia-sia,  karena yang dibutuhkan di sini adalah kedewasaan. Semua berawal manis dan indah. Teman saya, awalnya memang bercerita dengan senyum sumringah. Ia berkenalan dengan seorang pria, secara tidak sengaja. Tentu saja, kita seringkali menganggap banyak hal terjadi karena kebetulan. Kebetulan mungkin adalah rencana Tuhan yang belum benar-benar kita pahami.

Tatapan mereka saling beradu, hanya senyum dan tawa yang tercipta kala itu. Teman saya, wanita beragama Khatolik tersebut, baru selesai pentas tari. Lalu, dunia berkonspirasi, mempertemukan dia dengan seorang pria, yang membuat hatinya merasa nyaman. Pria yang tiba-tiba merangsuk masuk dalam ingatan dan jengkal napasnya.

Indah memang, cinta mengubah segala yang hitam putih menjadi warna-warni. Tumpukan kebahagiaan semakin sempurna, ketika perkenalan teman saya dan pria itu berlangsung ke tahap yang lebih dalam, lebih dekat.

Segalanya terasa manis, walaupun juga terasa asing. Rasa nyaman itu kini berangsur berubah menjadi rasa takut kehilangan. Mereka berusaha untuk saling melindungi satu sama lain. Mungkin, ketika salib berada dalam genggaman tangan teman saya, dan ketika tasbih berada dalam genggaman pria itu; dengan air mata, mereka saling mendoakan.

Saya bisa rasakan kehangatan mereka. Sangat hangat. Sangat dekat. Saya iri, mengingat hubungan saya yang lebih dulu kandas termakan perpisahan. Saya dan pria di masa lalu tersebut tidak sekuat dan setegar teman saya. Oh, jadi curhat. Sungguh, saya benci membahas masa yang tak ingin saya ingat lagi. Teman saya dan kekasihnya masih terus mempertahankan walau mereka berbeda. Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk tidak saling jatuh cinta.

Inilah yang membuat saya semakin terharu, teman saya menunggu kekasihnya shalat di masjid. Ia menunggu dengan sangat sabar meskipun lirikan mata yang tajam tertuju padanya.

Dalam perbedaan, mereka saling menguatkan. Keindahan mereka sampai pada kelopak mata saya. Saya tak tahu harus berkomentar apa. Terharu? Prihatin? Sinis?

Hey, mereka berbeda dari pasangan yang lainnya. Mereka bukan pasangan bermanja-manja yang mabuk kepayang akan cinta, saling bergelayut mesra dalam pelukan. Sampah. Pacaran model cinta monyet. Teman saya dan kekasihnya sungguh berbeda, mereka punya kebahagiaan yang tak dimengerti banyak orang. Kebahagiaan yang belum tentu bisa dirasakan oleh banyak orang yang sibuk menghakimi hubungan mereka.

Apa yang membuat dua orang saling memperjuangkan jika bukan karena cinta?

Rabu, 10 Oktober 2012

Salahkah jika Melipat Tangan dan Menengadahkan Tangan Bersatu?

Setiap bertemu dengan saya, dia banyak diam. Dia hanya bercerita tentang karier menarinya yang cukup mengagumkan. Hal yang selama ini ia perjuangkan terlihat mulai membuahkan hasil. Kelurga, waktu, usaha, dan tenaga telah ia korbankan untuk mimpinya; menari di atas panggung.

Ini pertemuan saya yang terjadi secara kebetulan, kami bertemu di Margocity, Depok, Jawa Barat. Dia tidak bersama kekasihnya, saya bertanya-tanya. Adakah sesuatu yang salah? Melihat kejanggalan tersebut, saya banyak diam. Namun, ia mengajak saya sekadar ngopi dan ngobrol, saya tak mampu menolak, kami sudah tidak saling bertukar kabar beberapa minggu ini.

Topik utama masih tentang kuliah saya sebagai mahasiswa baru dan ia bercerita tentang kariernya yang mulai bersinar. Saya ikut bangga punya teman yang memperjuangkan mimpinya dengan sangat berani dan nekat. Namun, air wajahnya berubah ketika ia bercerita tentang kekasihnya, yang memanggil nama Tuhan dengan sebutan berbeda. 

Mungkin, inilah definisi menyakitkan yang sesungguhnya. Saya sendiri tak mampu mendeskripsikan rasa sakit dalam rangkaian kata, karena perasaan itu benar-benar dirasakan oleh hati, sedangkan apa yang dirasakan hati begitu sulit disentuh oleh logika kata dan kalimat. Dan, kata menyakitkan itu berasal dari kesulitan untuk menyatukan dua orang yang beribadah di tempat yang berbeda. Menangkap maksud saya? Absurd, abnormal, sulit dipecahkan, inilah yang muncul dalam benak saya ketika ia kembali bercerita tentang hubungannya yang berbeda, yang penuh perjuangan dan peluh.

Saya paham, ketika dia harus berkali-kali menghela napas ketika bercerita tentang beban yang memberatkan langkahnya selama ini. Saya juga mengerti ketika matanya mulai berkaca-kaca setiap kali nama pria itu disebutkan olehnya. Saya juga memaklumi jika ia harus mengangkat wajahnya berkali-kali, menahan matanya yang berair agar tetap terlihat kuat dan tegar. Kedewasaannya sungguh diuji, ia berusaha terlihat sangat tegar dan sangat kuat di hadapan saya. Mungkin, dia sangat memercayai saya, karena saya pernah mengalami hal serupa, walaupun pada akhirnya saya juga terluka.

Dia terus bercerita, semakin banyak ia bercerita semakin saya memahami isi hatinya. Ada sesuatu yang ia perjuangkan di sini, agak ironis dan klise jika saya katakan, dan sangat munafik jika saya menyembunyikan apa yang saya tangkap. Iya, dia memperjuangkan; cinta.

Kamu tertawa, jelas. Cinta, di mata beberapa orang hanyalah omong kosong yang jauh dari kata nyata. Beberapa orang beranggapan bahwa cinta bukanlah hal yang harus benar-benar diperjuangkan. Makanya, cinta bisa terpisah karena perbedaan. Suku, ras, status sosial, dan lebih menyakitkan lagi jika berpisah karena agama. Hanya karena teman saya melipat tangan dan kekasihnya menengadahkan tangan, berarti mereka dilarang untuk saling jatuh cinta?

Hal ini sungguh menganggu pikiran saya. Mungkin, saya terlalu perasa, hingga saya tak pernah tahan melihat seseorang terluka bukan karena sakit yang ia buat sendiri. Iya, saya begitu yakin, sakit dan air mata yang ia rasakan bukanlah sakit yang ia buat sendiri. Saya percaya dia dan kekasihnya saling jatuh cinta, mereka saling menjaga dan tidak mungkin saling menyakiti. Tapi, keadaan, orang-orang sekitar, juga orang lain yang bahkan tak terlalu mengenal mereka telah menciptakan pandangan yang salah. Pandangan yang memojokan teman saya dan kekasihnya. Mereka memang berbeda, salib dan tasbih, tapi bisakah dunia berhenti menyakiti mereka? 

Ketika pembicaraan berakhir, saya tidak memberi solusi apa-apa. Apa yang bisa saya berikan? Saya hanya mampu menyediakan telinga, juga hanya mampu menepuk pundaknya berkali-kali, berkata "sabar" tanpa henti. Saya sendiri benci dengan tindakan saya selama ini, saya banyak diam dan membiarkan teman saya dalam kesedihannya sendiri. 

Tuhan, agama, dan norma, begitu klise dalam kacamata saya. Segalanya begitu kompleks, sampai-sampai saya tak paham lagi, apakah Tuhan yang begitu suci dan agung pantas diterka-terka isi hatiNya oleh manusia?

Selasa, 09 Oktober 2012

7 Jalan yang 'Dianggap' Paling Angker di Dunia -


1. Tuen Mun Road – Hong Kong

blog-apa-aja.blogspot.com
Dianggap salah satu jalan paling mematikan di dunia, jalan Tuen Mun telah banyak memakan korban selama bertahun-tahun. Jalan ini adalah jalan yang paling penting dan salah satu jalan yang paling banyak digunakan di Hong Kong, sehingga hampir mustahil untuk dihindari. Tuen Mun Road dihantui dari mereka yang telah tewas
di jalan dikatakan mereka melangkah ke lalu lintas, menyebabkan pengendara berbelok keluar dari jalan dan masuk ke dalam kecelakaan yang serius atau fatal. Korban-korban baru kemudian menghantui kembali dan menyebabkan kecelakaan di jalan.



2. A229 – Inggris

blog-apa-aja.blogspot.com
The A229 dari Kent ke Sussex memiliki dua hantu terkenal. Yang pertama diyakini seorang wanita bernama Judith Langham, yang terbunuh di jalan pada hari pernikahannya pada tahun 1965. Dia muncul di jalan dalam gaun putihnya dan kemudian menghilang. Hantu kedua adalah tumpangan yang masuk ke dalam mobil dan berbicara tentang semua hal . Setelah pengemudi mencapai tempat tertentu, dia menghilang.



3. Bloodspoint Road – Illinois, Amerika Serikat

blog-apa-aja.blogspot.com
Bloodspoint hanyalah salah satu dari beberapa jalan yang memotong seluruh Boone County, Illinois, yang dapat membuat rambut di belakang leher Anda berdiri. Jalan ini telah menyaksikan pembunuhan, bunuh diri, dan bahkan seorang anak yang tertabrak kereta api. Beberapa anak meninggal ketika bus meluncur dari jembatan di daerah ini. Ada juga dikatakan penyihir yang digantung anak-anaknya di sebuah rumah pertanian tua, dan meskipun bangunan sudah tidak ada lagi, beberapa orang mengatakan bahwa mereka telah melihat hantu pohon.



4. M6 – Inggris

blog-apa-aja.blogspot.com
M6 di Inggris telah ada dalam beberapa bentuk atau cara selama sekitar
2.000 tahun, sehingga tidak mengherankan bahwa lebih dari legenda seram beberapa telah terkait dengan itu dari waktu ke waktu. Jalan itu pernah digunakan oleh tentara selama pendudukan Romawi di Inggris, dan tentara Romawi masih terlihat di sepanjang jalan dan berjalan melalui lalu lintas. Ada juga truk hantu yang berjalan melawan arus lalu lintas serta hantu seorang wanita sepanjang sisi jalan.



5. A75 Kinmont – Skotlandia

blog-apa-aja.blogspot.com
Dijuluki "jalan hantu," jalan ini di barat daya Skotlandia telah menjadi
tempat ratusan penampakan yang tidak dapat dijelaskan. Banyak pengemudi telah melaporkan melihat beberapa berjalan di depan kendaraan mereka, burung-burung terbang ke kaca depan mereka dan kemudian menghilang, penampakan orang berjalan ke arah kendaraan dan makhluk menyeramkan lainnya (termasuk kambing, anjing liar dan kucing) yang muncul entah dari mana.



6. Annie Road – New Jersey, Amerika Serikat

blog-apa-aja.blogspot.com
Jalan ini dikatakan dihantui oleh seorang wanita yang memakai gaun putih atau biru. Meskipun setiap orang setuju bahwa seorang wanita bernama Annie tewas di jalan. Beberapa orang mengatakan bahwa Annie tewas pada malam pernikahannya; yang lain mengatakan ia dipenggal pada malam pernikahannya dan menyeretnya sepanjang jalan. Pengemudi mengatakan bahwa ketika mereka melewati Annie Road di tengah malam mereka melihat hantunya berjalan sepanjang jalan, dan dia rupanya muncul pada ulang tahun kematiannya setiap tahun.



7. Terowongan Belchen – Swiss

blog-apa-aja.blogspot.com
Terowongan ini merupakan bagian dari jalan tol A2 dari Basel untuk
Chiasso. Meskipun hantu Belchen pertama dikenal adalah laki-laki, itu
adalah seorang wanita yang muncul pada bulan Januari tahun 1981 yang menjadi berita utama. Wanita ini, yang telah melihat berdiri di luar dari terowongan, mengenakan pakaian putih. Pengemudi mengatakan bahwa dia melangkah di depan kendaraan dan bahkan kadang-kadang berbicara kepada mereka.

7 Boneka Paling Seram di Dunia -

7 Boneka Paling Seram di Dunia -

bentuk yang imut dan lucu. Boneka dibuat sangat lucu karena boneka di khususkan untuk wanita. Boneka merupakan mainan favorit wanita. Tetapi di dunia ini juga terdapat boneka yang di buat dengan wajah seram. Mungkin bisa di katakan bahwa ini boneka hantu karena saking seramnya wajah si boneka.


Berikut 7 Boneka Terseram Di Dunia :



1. Demonic Twins
Photobucket
Boneka kembar ini di isukan sudah positive gaib, bisa menggentanyangi orang yang memimpikannya.




2. German Doll
Photobucket
Ini boneka pegulat 10-inch adalah salah satu hal yang paling menakutkan , saya telah melihat sepanjang tahun. Aku benar-benar tidak mengerti mengapa dia hanya memakai sepasang kaus kaki dan sepatu bot. ujar pemilik boneka tersebut



3. Discarded Doll
Photobucket
boneka yang digunakan untuk meneror target yang mengganggu pemilik boneka ini



4. Trilogy of Terror Doll
Photobucket
Pada tahun 1975, boneka ini berkomitmen menjadi boneka penusukan, pembunuhan dan korban yang tenggelam di nominasi Oscar Trilogy of Terror. Pastikan Anda tidak menghapus rantai atau Anda mungkin akhirnya korban berikutnya



5. Negro Doll
Photobucket
boneka ini dari usia yang berbeda dan sedikit rasis. Itu menakutkan untuk berpikir bahwa boneka tersebut diterima oleh konsumen mainstream.



6. Down Syndrome Doll
Photobucket
Aku tidak tahu mengapa perusahaan telah memutuskan untuk membuat boneka tersebut tetapi saya merasa agak menakutkan. ujar Pegawai toko


7. Butchered Baby Dolly


Photobucket

5 Negara dengan Harga Bensin Termahal di Dunia -


5. Monte Carlo, Monako


Produsen otomotif di Monte Carlo telah mendorong penggunaan energi alternatif karena tingginya harga bensin. Mobil bertenagakan listrik menjadi sebuah solusi untuk harga bensin sebesar Rp. 19.800 per liter. Meskipun bensin sebenarnya masih digunakan dalam sebuah mobil listrik, biaya untuk mengisi bensin menurun secara drastis dalam mobil yang telah didukung oleh tenaga listrik.



4. Athena, Yunani


Rp. 20.000 per liter adalah harga yang harus anda bayar untuk mengendarai mobil anda di Yunani. Harga berfluktuasi dengan cepat dan sering, dikarenakan krisis dan gejolak yang terjadi di Mesir dan Libya.



3. Oslo, Norwegia


Pajak bensin yang luar biasa tinggi yang ditetapkan oleh Uni Eropa membuat orang-orang di Oslo harus membayar Rp. 21.800 per liter. Yang mengejutkan, neara ini sebagian besar kekayaannya didapat dari sektor ekspor minyak.



2. Asmara, Eritrea


Pembatasan dan seringnya kekurangan pasokan bensin membuat harga bensin di negara ini sangat tinggi. Dengan harga sekitar Rp. 22.600 per liter, anda dapat menghabiskan hampir sekitar Rp. 1.500.000 untuk mengisi penuh tangki sebuah mobil keluarga.



1. Istanbul, Turki


Kota ini menawarkan harga bensin tertinggi di dunia dengan harga Rp. 22.600 per liter.

Selasa, 11 September 2012

Cintaku, Cintamu, Beda!


Saya hanya mampu menepuk bahunya berkali-kali dan hanya mampu mengucapkan kata “sabar”. Matanya sudah bengkak, wajahnya tak lagi bersinar seperti saat ia baru datang untuk menceritakan segalanya pada saya. Raut wajah itu menggambarkan luka yang tidak dapat lagi dibahasakan melalui frasa-frasa kata. Dan, melalui ceritanya; baru kali ini saya bisa merasakan, sakitnya mencintai hanya karena dibatasi oleh perbedaan.

Padahal, wanita ini punya alasan untuk selalu tersenyum dan bahagia. Wajahnya bagaikan pahatan sempurna jemari Tuhan, percampuran darah Jawa dan Padang. Zodiaknya Leo, saya percaya dia wanita yang tangguh. Boleh dibilang selain tangguh, dia juga nekad, begitu saja meninggalkan kota Padang demi mengejar cita-citanya untuk menjadi penari. Dia sangat jatuh cinta pada dunia tari. Tari layaknya napas yang mendenyutkan peredaran darahnya hingga saat ini. Ia berasal dari keluarga yang sangat menyayanginya, menjadi anak ketiga dari empat bersaudara adalah cara Tuhan mengajarinya banyak hal, salah satunya- CINTA!

Berbagai peristiwa membuka matanya, sampai pada akhirnya ia bertemu seorang pria; pria yang mengajarinya banyak hal dengan cara yang tak biasa. Mereka saling bertatapan ketika wanita ini sedang berusaha meredam rasa demam panggungnya sebelum pentas tari. Pertemuan mereka tidak terencana, seakan-akan dunia sengaja berkonspirasi untuk menjebak mereka dalam sebuah ilusi nyata, lalu terciptalah pertemuan absurd. Sulit dijelaskan, bagaimana pertemuan nyata bisa mengubah cara pandang seseorang. Dan, ternyata tanpa mereka minta, jemari hangat cinta telah meremas hati mereka yang beku. Cinta datang dengan tiba-tiba, senyata-nyatanya, seada-adanya... begitu saja.

Pria ini adalah seorang juru masak, dan wanita yang kudengarkan ceritanya tadi sangat jatuh cinta pada setiap masakan yang dihasilkan jemari sang pria. Cinta semakin mengambil alih, mereka sama-sama larut dalam kebahagiaan yang tak lagi terhitung. Hanya ada senyuman tulus yang mengalir dalam setiap detik kebersamaan mereka. Cinta telah membuat jiwa mereka seakan-akan berada di Taman Firdaus, tapi kenyataan hanya bisa membuat mereka seakan terusir dari keindahan dan kemegahan Taman Firdaus. Lagi dan lagi, karena perbedaan. Perbedaan macam apa yang bisa merenggut semua kebahagiaan seseorang?

Wanita ini sedang memanggil Tuhan, menyebut nama Tuhan seperti biasa, sambil melipat tangan dan salib Yesus yang melingkar di lehernya seakan turut meremas segala kecemasan yang bergumul dalam hatinya. Pria ini sedang bersujud, mengajak Tuhan berbicara dengan bahasa yang berbeda, terjadi percakapan sederhana dengan bulir air mata. Segalanya berbeda, tapi cinta membuatnya menyatu. Segalanya tak mungkin disatukan, tapi cinta membuat dua orang berjuang bahkan untuk hal yang mustahil sekalipun.

Awalnya, mereka memang masih berproses untuk menerima dan menormalkan segalanya agar tak terlihat seperti masalah besar. Perbedaan di antara mereka seringkali dijadikan bahan candaan, juga kadang dijadikan sebagai bahan perenungan.

“Menurut kamu, hubungan kita ini akan berakhir manis apa enggak?” tanya wanita ini, dengan wajah penasaran dan tatapan minta diberi penjelasan.

Lama sekali pria ini berpikir.  Ia tak mau terlihat rapuh di depan orang yang ia cintai. “Yakinlah berhasil. Karena pikiran kita akan menuntun pada keberhasilan itu,” ucap pria ini mantap.

“Tapi dalam sejarah, karena keyakinan kita berbeda membuat hubungan ini tidak mudah.” terdengar nada keraguan dari bibir sang wanita. “Pasti ada yang terluka. Padahal cinta harusnya membahagiakan.”

Bagi saya, mereka terlalu manis juga terlalu romantis. Di mata saya, mereka adalah sosok pasangan yang sangat kuat. Mereka berusaha membuktikan pada dunia bahwa mereka hanya jatuh cinta, bukan berzinah layaknya ungkapan orang-orang yang sok ahli dalam bidang agama. Perjuangan mereka menemukan banyak kerikil dan tikungan tajam, air mata dan tawa bergantian menggores bibir. Dan, cinta... membuat mereka percaya, tak ada yang sia-sia jika mereka masih ingin berusaha.
                                                                                                                   
Dalam canda, wanita ini sering menggoda sang pria. “Kamu harus bisa masakin keluargaku babi rica. Enak lho! Kamu harus mencoba”.

“Kalau kamu makan babi rica aku akan temani, tapi nggak akan aku memakan makanan itu”.
Seloroh pria itu dengan candaan yang tak kalah lucu. Dan, mereka tertawa lepas. Masih bisa tertawa bahkan dalam kekhawatiran mereka.

Semua masih bercerita tentang bahagia, bahagia, dan bahagia. Mereka masih bisa menertawakan perbedaan yang terjadi di antara mereka. Mereka tak ingin mengungkit luka yang sebenarnya perlahan-lahan sudah tergores; sejak mereka tahu perbedaan tak mudah untuk diperjuangkan.

Dan, apakah hanya untuk bahagia, mereka perlu meninggalkan Tuhan dan menutup telinga terhadap perkataan orang?

Untuk teman saya yang belum berani saya sebutkan namanya
Kuatlah, Teman...
Mereka yang di luar sana tak pernah tahu apa yang kaurasakan
Mereka mencibirmu, memakimu, dan menghakimimu
Karena mereka tak pernah tahu... siapa dirimu sebenarnya.

Copyright © ID Blog Kamu

Canvas By: Fauzi Blog, Responsive By: Muslim Blog, Seo By: Habib Blog