ID Blog Kamu: Flores

Tampilkan postingan dengan label Flores. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flores. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Mei 2012

Jejak Purba di Gua Indonesia

Anda ingin menelusuri atau melihat jejak-jejak purba yang tertinggal dalam sebuah Gua di Nusantara, Yup, pantas kalau anda cek gua-gua seperti Gua Tiangko, Gua Leang-Leang, dan Gua Liang Bua.Yang pertama ada Goa Tiangko yang berada di kecamatan Sungai Manau, Jambi.  Lantas kenapa dinamakan Gua Tiangko, ya tak lain karena gua itu terletak di  Desa Tiangko.  
sumber foto: www.jambitourism.co.id
Apa saja yang purba di dalam Goa dengan luasnya yang hanya 206 meter persegi dan lebar mulut bagian depan setinggi 4 meter serta mulut bagian belakang setinggi 11,5 meter ini? Gua ini merupakan rekam jejak zaman prasejarah diperlihatkan. Berdasarkan hasil penelitian Bennet Bronson dan Teguh Amat pada tahun 1974, di tempat ini ditemukan lapisan tembikar yang dibawahnya terdapat alat-alat obsidian. Penemuan itu pun lantas menyimpulkan bahwa Goa Tiangko menjadi permukiman tertua di Jambi.
           Gua ini dindingnya berupa ceruk-ceruk bebatuan yang ditumbuhi lumut,  langit-langitnya pun dipenuhi sarang burung walet dan kelelawar yang bergelantungan. Di goa ini juga bisa ditemui batu kapiler yang membentuk stalktit dan stalakmit dengan berbagai ornamen yang menakjubkan. Udara sejuk menyeruak ketika memasuki goa dan terdengar suara tetesan air yang jatuh ke bebatuan.
Kedua adalah kawasan Gua Leang-Leang, gua ini merupakan  satu dari ratusan gua yang tersebar di perbukitan cadas Maros, kecamatan Bantimurung, Sulawesi Selatan. Leang yang dalam bahasa makasar artinya Gua, dalam bahasa indonesia adalah liang yang berarti lubang.
Di kawasan Gua Leang Leang itu, ada dua gua yaitu Gua Leang Burung dan Gua Petta Kere. Gua Leang Burung dulunya adalah tempat dimana burung walet dan kelelawar bersarang dengan populasinya yang semakian berkurang.
Nah, kalau Gua Petta Kere ini dikenal sebagai gua yang ada lukisan gambar-gambar prasejarah pada dinding goanya. Pada jalanan menuju Gua Petta Kere terdapat batu-batuan besar berwarna hitam yang tersusun rapi, konon dulunya tempat ini merupakan lautan, dan batu-batu tersebut merupakan batu yang berada di dasar lautan, namun seiring berjalannya lautan itu bergeser akhirnya menjadi daratan.
sumber foto: www.travel.detik.com
Dari cerita masyarakat lokal menyebutkan keberadaan dari gambar tangan dengan jari lengkap itu bermakna sebagai penolak bala, sementara gambar dengan 4 jari telapak tangan diperkirakan sebagai cap telapak tangan milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari.
Ritual yang dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya. Gambar babi rusa gemuk yang terpanah jantungnya merupakan gambaran sejarah manusia purbakala yang dulunya hidup berburu.
Jejak purba itu ditemukan dua arkeolog asal Belanda yaitu Van Heekeren dan Mrs. HeerenPalm. Di tahun 1950-an  mereka menemukan gambar-gambar pada dinding Gua Leang-leang. Soal usia lukisan purba di Gua itu diperkirakan berumur 5.000 tahun. Beberapa arkeolog bahkan berpendapat bahwa goa tersebut telah didiami sejak 3.000 SM (Sebelum Masehi).
Gua Liang Bua, NTT, Gua Liang Bua merupakan peninggalan pra sejarah di Indonesia. Gua ini adalah salah satu dari banyak gua karst di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur di Indonesia. Gua ini terletak di Dusun Rampasasa, Desa Liangbua, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
sumber foto:www.kaskus.com
Fosil Homo Floresiensis atau Manusia Flores yang memiliki tinggi badan hanya sekitar 100 cm dan beratnya 25 kg ditemukan di gua ini. Tengkorak manusia itu diperkirakan hidup 13.000 tahun lalu, yang hidup bersama dengan gajah-gajah pigmi dan komodo. Pada 2001 telah dilakukan eskavasi arkeologi yang merupakan kerja sama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bersama University of New England, Australia.(berbagai sumber)

Senin, 14 Mei 2012

Yuk, Lihat Teratai Raksasa di Manggarai Timur

Ukuran lingkaran dari tumbuhan air yang satu ini bukan main besarnya dan melebihi ukuran dari teratai yang biasa kita jumpai di danau-danau atau rawa. Ingin menjumpainya tidak perlu pergi jauh-jauh ke hutan Amazon karena cukup datang di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT anda bisa melihat teratai berukuran besar di danau teratai raksasa.
sumber foto: www.unik247.blogspot.com/
Bahkan, satwa langka buaya darat juga terdapat di Kabupaten Manggarai Timur, khususnya di Kecamatan Sambi Rampas. Teratai raksasa ini tepatnya ada di Danau Rana Tonjong yang terletak di Desa Nanga Mbeling, Kecamatan Sambi Rampas, sekitar 3 kilometer utara Pota. Luas danau ini  2.200 kilometer persegi dan berada di sebuah dataran rendah yang dikelilingi perbukitan.
         
          Teratai raksasa ini memang menggila di danau itu lantaran seluruh permukaan danau ditumbuhi bunga teratai raksasa atau giant lotus (Victoria amazonica)atau tonjong dalam bahasa setempat. Bunga teratai memang berbunga, sama seperti bunga teratai raksasanya yang satu ini, akan  tetapi tumbuhan ini hanya berbunga sekali setahun pada bulan April dan Mei.

 Di dalam bunga yang sudah mekar terdapat biji-bijian yang dapat dimakan mentah dan memiliki rasa seperti kacang tanah. Entah kenapa, bunga teratai ini tidak dapat tumbuh dan berbunga di tempat lain selain danau itu. Selain di tumbuhi oleh teratai raksasa itu, Danau Rana Tonjong juga  menjadi habitat bagi ikan air tawar, katak, dan tempat mencari makan bagi burung angsa putih.

Selain di Indonesia bunga teratai raksasa, seperti disinggung di atas juga bisa ditemui di  perairan dangkal sungai basin Amazon. Victoria Amazornica adalah genus teratai air terbesar yang ada didunia dan daunnya sendiri dapat tumbuh lebih dari 3 m diameternya dan memiliki berat bisa menyampaiu 70 pound atau 31 kg . Teratai raksasa ini disebut juga sebagai victoria regia setelah ratu victoria di Inggris, ketika di temukan oleh petualang yang bernama Robert Schomburgk pada tahun 1836.

 Teratai (Nymphaea sp.) adalah tanaman air yang banyak diminati para pecinta tanaman hias. Hal ini dikarenakan sosoknya yang anggun, indah, alami dan eksotis sekaligus  dapat menyejukkan pandangan. Selain karena indah, tumbuhan teratai  juga memiliki cara menyesuaikan diri terhadap tempat hidupnya dengan cara yang unik. Berkebalikan dengan kaktus yang hidup di daerah gersang, teratai justru hidup di daerah penuh air dan dapat mengapung di permukaan air. Teratai biasa ditemukan dipermukaan air yang tenang seperti kolam dan danau.

Daun teratai tipis dan lebar, berbentuk bundar atau oval. Bentuk daun ini sangat membantu mempercepat proses penguapan. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga airnya jatuh kepermukaan daun tidak membentuk butiran air. (berbagai sumber)

Copyright © ID Blog Kamu

Canvas By: Fauzi Blog, Responsive By: Muslim Blog, Seo By: Habib Blog