ID Blog Kamu: opini

Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2012

Cinta Butuh Komitmen?

1330081211985209294
Cinta, 1 kata 5 huruf ini adalah kata yang melekat dalam kehidupan sehari-hari kita. Terkadang nyata, terkadang absurd. Terkadang terungkap melalui kata, terkadang terkunci oleh tatapan mata. Siapa yang mampu mendefinisikan cinta sebenarnya? Apakah cinta melulu soal perhatian? Apakah cinta selalu tentang penafsiran tak berdasar logika? Apakah cinta hanyalah dongeng yang meninabobokan khayalan semalaman?

Orang bilang, selogis-logisnya cinta, ia tetap menjadikan logika sebagai yang kedua, yang pertama: KEGILAAN. Cinta dan kegilaan punya kesamaan, sama-sama tak pasti, sama-sama tak punya teori. Oleh sebab ketidakpastian inilah yang menyebabkan cinta butuh komitmen. Dalam definisi umum, komitmen adalah memikul resiko dan konsekuensi dari keputusan tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses. Komitmen jelas berbeda dengan perjanjian, karena perjanjian berdekatan dengan pengikaran, sedangkan komitmen berdekatan dengan perjuangan.

Cinta butuh komitmen? Jelas! Segala hal yang serius dan butuh kepastian juga harus membutuhkan komitmen. Kalau cinta hanyalah “media” untuk mencari kesenangan sesaat, lebih baik tak usah bermain-main dengan komitmen. Komitmen bukan candaan, ia adalah “permainan” yang harus mematuhi aturan. Peraturan tak berarti selalu mengekang, karena sebenarnya peraturan dibuat untuk merangkul beberapa hal untuk mendisiplinkan perasaan dan kepekaan. Tidak munafik memang kalau mengatakan komitmen adalah hal yang sangat berat, karena komitmen butuh PENUNTUTAN, dan cinta juga butuh penuntutan, menuntut seseorang yang dicintai menjadi pribadi yang lebih baru dan lebih baik. Komitmen tentu menuntut perubahan, perubahan ke arah yang lebih baik… bukan ke arah yang buruk. Itu sebabnya ada komitmen, sebagai jaminan bahwa akan ada perubahan selama  seseorang bersama dengan orang yang ia cintai.

Banyak orang bilang, cinta adalah sesuatu yang mengalir, tak perlu diatur, tak perlu dikekang, dan tak perlu perjanjian. Dalam persepsi saya, justru pernyataan itulah yang membuat seseorang terlihat tidak dewasa. Bagi saya, pernyataan itu adalah pernyataan yang diucapkan oleh bibir-bibir keangkuhan yang belum siap bertumbuh, mereka hanya berspekulasi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di depannya, tanpa kesiapan dan tanpa kesigapan. Itulah hal buruk yang bisa terjadi jika komitmen tak tercipta dalam cinta.

Saat berumur belasan tahun, cinta seperti permainan monopoli. Mengalir begitu saja, sesuai angka dadu yang melesat. Itulah sebabnya ada yang disebut cinta pertama, mengalir begitu saja, dan mata yang buta adalah petunjuk untuk menemukan cahaya. Cinta pertama adalah cinta yang benar-benar buta, karena yang pertama selalu saja tentang ketidaktahuan. Saat berumur 20 tahunan dan mulai serius dalam berpacaran, cinta mulai menemukan tempatnya, cinta mulai menemukan bentuknya. Disinilah komitmen mulai terbentuk, komitmen pula yang menyebabkan ada iklan “Telephone enggak pernah! Sms enggak pernah! Aku enggak punya pulsaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!” dari iklan itu kita bisa menarik kesimpulan, bahwa komitmen mutlak butuh komunikasi. Saat menikah, komitmen bukan sekedar  tentang komunikasi, tapi komitmen mulai menunjukkan tubuhnya, komitmen mulai menciptakan realita dan kenyataan. Komitmen dalam pernikahan tidak lagi tentang “Telephone enggak pernah! Sms enggak pernah! Aku enggak punya pulsaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!” tapi tentang menghadapi semua yang ada di depan mata setelah seseorang berproses dari umur belasan tahun hingga sampai pada suatu hubungan yang telah dikuduskan Tuhan, pernikahan. Saya sempat berpikir bahwa pernikahan adalah “medan” untuk menguji kedewasaan dan kematangan seseorang, dan sepertinya hal itu memang benar.

Intinya, setiap hubungan mutlak butuh komitmen. No metter what! Pacaran, temenan, sahabatan, dan pernikahan bahkan musuhan sekalipun. Komitmen yang membuat segalanya mengalir seperti kemauan kita, karena melalui komitmen kita mampu mengendalikan semua hal menjadi lebih baik. Komitmen mengurangi resiko sakit hati, karena komitmen tentang kepastian bukan omong kosong pahlawan kesiangan. Dalam komitmen, butuh pengorbanan, pengorbanan yang dilakukan oleh dua pihak. Cinta akan menyakitkan kalau hanya satu orang yang berkorban dan berjuang sendirian.

Komitmenlah yang membuat setitik air mata menjadi perubahan yang tidak disangka. Selamat berkomitmen!

with love :)
Dwitasari

Senin, 19 Desember 2011

TIPS Bagi yang Pacaran Jarak Jauh :)





Distance doesn’t matter if you really love the person, what matters most is your honesty and trust for that relationship to work out.

Banyak orang beranggapan bahwa Long Distance Relationship a.k.a LDR a.ka pacaran jarak jauh adalah hal terburuk dalam logika penantian seseorang. Dimana suatu hubungan atas dasar cinta dan kasih terpisah oleh ruang, jarak, dan waktu. Dimana pertemuan nyata tak bisa selalu dilakukan secara intens dan konstan, tapi apakah alasan pertemuan yang jarang dan terpisah oleh batas jarak adalah alasan utama dalam kandasnya hubungan jarak jauh? Berikut ini tips dari saya bagi yang (terpaksa) “menganut paham” long distance relationship. Check this out!

1. Saling Percaya
Setiap hubungan, entah pacaran atau berteman, entah hubungan yang telah berjalan singkat atau pun lama tetap membutuhkan rasa saling percaya. Itulah yang memperkuat langgengnya suatu hubungan, karena melalui tindakan saling percaya itulah, pasanganmu akan lebih merasa dihargai sebagai seseorang yang memang pantas kamu dicintai. Sikap saling percaya secara tidak langsung juga menunjukkan seberapa dalam kamu mengenal pasanganmu, kamu memercayai dia karena kamu mengenal dia dengan begitu dalam. Cinta bukan tentang saling menuduh apalagi saling menerka, cinta itu saling percaya karena kau mencintai dia makanya kau mempercayainya.

2. Saling Menjaga Hubungan dengan Teman-Teman yang Ada Di Jejaring Sosial
Pacaran jarak jauh biasanya mengandalkan beberapa jejaring sosial sebagai peredam rindu walaupun hal tersebut tak menjamin perasaan rindu akan segara hilang, tapi setidaknya jejaring sosial “membantu” melampiaskan rasa rindu itu, walau hanya memandang fotonya, walau hanya membaca tulisan-tulisannya. Jadi, apakah hubungannya antara menjaga hubungan baik dengan teman di jejaring sosial dengan kekasih yang berada jauh disana? Simple! Hubungannya adalah soal kecemburuan yang bisa saja ada karena salah menerka dan salah sangka. Misalnya, kamu sedang wall to wall atau mention-an dengan seorang lawan jenis yang tidak dikenal oleh kekasihmu dan saat kekasihmu online facebook atau twitter dia mencak-mencak dan mulutnya terus saja merancau karena membaca wall to wall dan mention-an kalian, lebih parah lagi kalau ada kata-kata mesra dan emote kiss bertebaran dalam tulisanmu dengan teman lawan jenismu itu. So, tetap jaga caramu berkomunikasi dengan teman-teman dunia mayamu, ingat batasannya, bukan berarti tak sama sekali menggunakan jejaring sosial.

3. Saling Mengerti Kesibukan dan Kegiatan Masing-Masing
Yap! Ini juga adalah hal yang sangat penting, karena ketika kita mampu mengerti kesibukan dan kegiatan masing-masing, tidak ada lagi pertengkaran membabi buta dan cekcok yang sebenarnya tak perlu terjadi. Hal ini yang biasanya jadi kendala, karena pesan singkat tak segera dibalas, karena telephone yang tak diangkat, menyebabkan kecurigaan yang tak beralasan, padahal si dia sedang sibuk dengan tugas-tugasnya, padahal si dia sedang membahas hal yang penting dengan orangtuanya. See? Kalau saling mengerti kesibukan dan kegiatan masing-masing, tentu tak ada yang dapat mengganggu hubungan kalian. Jarak tetaplah jarak, “dia” tak mampu hancurkan perasaanmu.

4. Saling Berpikiran Positif dan Tidak Over Protective
Runtuhnya suatu hubungan jarak jauh bisa saja karena keteledoran dari pikiran orang-orang yang menjalaninya, dan salah satu penyebabnya adalah terlalu sering nefting (negatif thinking) pada seseorang yang dicintai. Pliss, jangan terlalu menurut pada apa yang otakmu katakan, karena kau juga harus melibatkan hatimu saat menilai suatu hal baik atau buruknya, begitu juga dengan pasanganmu. Kau tak boleh terus-terusan menuduh dia ini itu karena kau terlalu dikendalikan oleh pikiranmu yang negatif, dengan perlakuanmu yang seperti itu, dia akan merasa bahwa kau tak menghargai dia sebagai kekasih. Begitu juga jangan terlalu over protective, karena walaupun dia kekasihmu, dia juga harus punya ruang untuk bersosialisasi, jangan batasi lingkungan pergaulannya dengan cara berlebihan. Percayalah pada dia, kekasihmu. Jika dia benar-benar mencintaimu, dia tidak akan mempermainkan rasa kepercayaanmu.

5. Saling…
Dari semua tips di atas, selalu diawali dengan kata SALING, mengapa? Karena kata SALING berarti dilakukan berbarengan, tidak jalan sendiri-sendiri, dan tidak kuat sendiri-sendiri. Suatu hubungan akan bertahan jika dua orang saling berkorban, bukan hanya satu orang saja yang berkorban. Jika hanya satu orang saja yang berkorban, maka hubungan itu akan timpang, melangkah hanya dengan “satu kaki”. Satu orang berkorban untuk suatu hubungan, maka orang lain juga harus ikut berkorban, itulah yang disebut KEKUATAN.

Gimana tipsnya? SESUATU BANGET kan? :D Oh iya, satu lagi nih dari gue, jangan terlalu takut kalau someday kekasih lo disosor orang lain, kalau kekasih lo sayang sama lo, dia enggak akan serong kanan dan serong kiri, tapi kalau dia berani serong kanan serong kiri, yaaaaah itu pertanda dari Tuhan bahwa dia bukan yang terbaik buat lo, berarti lo MASIH SANGAT PUNYA BANYAK kesempatan untuk menemukan yang lebih baik :) Tetap cintai kekasihmu, meski kalian terpisah jarak dan waktu :’)

Dokter Cinta yang Seringkali Galau karena Cinta :p

With love :)
Dwitasari

Minggu, 04 September 2011

Cinta Dalam Rumitnya Dunia Maya

"Apakah cinta selalu membutuhkan PERJUMPAAN NYATA? Bisakah cinta hadir tanpa adanya PERJUMPAAN NYATA?"


Pernahkan kaliah jatuh cinta pada seseorang yang bahkan baru kalian kenal? Seseorang yang bahkan belum kalian ketahui wujud aslinya? Seseorang yang hanya bisa kalian nikmati senyumnya melalui benda dua dimensi bernama foto? Seseorang yang hanya kalian ketahui melalui tempat absurd yang bahkan selalu dianggap sebagai tempat berkumpulnya orang yang tak punya kerjaan... Jejaring sosial.


Jejaring sosial saat-saat ini berubah menjadi "dunia" yang bahkan terkesan sangat nyata. Seseorang bisa saling bertukar pendapat, bertukar pikiran, dan bersahabat, alasan tiga hal itu bisa dilakukan adalah karena mereka cocok, walaupun kecocokan itu hanya tercipta melalui dunia maya. Kecocokan dan perhatian kecil itulah yang bisa membuat seseorang jatuh cinta dengan teman dunia mayanya, jatuh cinta pada seseorang yang bahkan belum pernah mereka temui.


Siapa yang sangka? Siapa yang bisa menerka? Ketika cinta diam-diam merasuki perasaan seseorang, dengan cara yang berbeda-beda, dengan cara-cara aneh yang bahkan tak bisa dilogiskan oleh akal sehat. Memang, kadang cinta itu bersifat abnormal, menjauhi garis normal, dan mendekati garis yang tak logis. Tapi, ketidaknormalan itulah yang membuat cinta menjadi indah, kebodohan itulah yang membuat cinta terasa mengesankan.


Hanya karena status beberapa baris di facebook, hanya karena beberapa karakter tweet di twitter, dan hanya karena mahluk cerdas bernama handphone itu, seseorang bisa jatuh cinta? JELAS! Cinta bisa datang dengan cara yang unik, bahkan hanya melalui tulisan sekalipun, bahkan hanya melalui foto sekalipun. Jatuh cinta memang selalu indah bukan? Walaupun cinta dalam konteks ini adalah cinta yang tercipta melalui tekhnologi, cinta yang terbentuk melalui tulisan-tulisan lugu yang menghasilkan rindu.


Cinta tak selalu datang melalui tatapan mata, cinta tak selalu datang bahkan ketika kita mengetahui wujud asli seseorang. Cinta punya cara tersendiri untuk menyatukan seseorang, dengan cara yang logis atau bakan tak logis sekalipun, dengan dunia nyata atau bahkan dunia maya serumit apapun. Dengan adanya teknologi, dengan semakin cerdasnya seseorang mengungkapkan perasaannya melalui tulisan, maka cinta bisa mudah datang.


Dan, inilah satu pertanyaan simple bagi mereka yang jatuh cinta karena jejaring sosial: apakah mereka membutuhkan perjumpaan nyata?

Selasa, 12 Juli 2011

Perpisahan?

"Ketika TUHAN mengambil seseorang yang kaucintai, maka TUHAN akan menggantinya dengan seseorang baru yang suatu saat akan lebih kau cinta."

Perpisahan selalu hadir disaat kita belum siap kehilangan seseorang. Saat kita masih sangat mencintai seseorang. Dan, saat kita masih membutuhkan orang itu dalam banyak hal. Kenyataan terburuk yang harus kita terima adalah orang yang kita cintai itu akan hilang, untuk sementara atau mungkin selamanya.

Pernahkah terpikir dalam benak kalian? Bahwa perpisahan adalah akibat dari sebuah pertemuan. Pertemuan yang terencana, yang telah disiapkan oleh Tuhan agar kita bertemu dengan seorang mahluk ciptaanNYA. Setiap pertemuan pasti menghasilkan rasa. Entah rasa tertarik, rasa benci, rasa mencintai, rasa ingin melindungi, termasuk rasa takut kehilangan. Kenyataan terburuk yang harus kita ketahui dari sebuah pertemuan adalah sesuatu yang tak kita duga, bahwa pertemuan sebenarnya adalah kata selamat tinggal yang belum terucapkan. Terkadang, mereka yang memutuskan untuk saling pisah adalah mereka yang masih saling jatuh cinta.

Perpisahan pasti dialami oleh setiap orang. Entah saya, kamu, kita, dan mereka. Saya pernah mengalami perpisahan dengan seseorang atau banyak orang yang saya cintai, kalian pun juga pasti pernah merasakan hal yang sama. Ketika perpisahan membuat suatu pribadi jatuh di titik terlemahnya, ketika perpisahan menjadikan seseorang tak mampu lagi untuk berdiri, hanya ada satu kata yang ingin kita ucapkan kepada dia yang telah pergi yaitu "KEMBALILAH!"

Yang belum pernah terpikirkan dari suatu perpisahan adalah akan ada sebuah pertemuan lagi yang akan menyadarkan kita, bahwa kehilangan adalah tanda kita segera menemukan. Menemukan hal baru yang belum pernah kita temukan. Bertemu dengan seseorang yang belum pernah kita temui. Berkenalan dengan suatu pribadi yang belum pernah kita ketahui sebelumnya. Di luar sana, perpisahan didefinisikan dalam berbagai hal. Ada yang mendefinisikan bahwa perpisahan adalah akhir hidup dan ada juga yang mendefinisikan bahwa perpisahan adalah awal perjumpaan. Bagaimana dengan kalian? Apakah perpisahan masih menjadi alasan kita untuk menangis semalaman? Apakah perpisahan masih menjadi alasan kita untuk menutup diri dan menutup hati dari orang-orang baru yang berusaha masuk dalam hidup kita?

Bagaimanapun jawaban kalian, ketahuilah perpisahan itu sama seperti aksi reaksi. Terjadi lalu menyebabkan akibat. Perpisahan adalah bagian dari rencana Tuhan untuk membuat kita lebih dewasa. Percayalah, Tuhan melihat kita dari jarak yang tidak kita ketahui, dalam tanganNYA, DIA telah merancang rencana khusus untuk saya dan anda. DIA itu Maha Adil. Ketika DIA mengambil "emas" yang kita miliki, maka DIA akan menggantinya dengan "berlian". "Ketika DIA mengambil seseorang yang kau intai, maka DIA akan menggantinya dengan seseorang baru yang suatu saat akan lebih kaucintai."

Senin, 04 April 2011

Romantis ? :D

Persepsi setiap orang dari kata "ROMANTIS" selalu berbeda. Tidak semua orang memiliki satu pikiran bahwa romantis adalah ini, bahwa romantis adalah itu. Romantis itu RELATIF :) Di bawah ini ada tempat tempat romantis menurut persepsi saya :) Berminat untuk membaca? Ayo ayo ke bawah ! :D
  • Stasiun Kereta
Saya sendiri juga sedikit bingung mengapa harus meletakan stasiun kereta sebagai tempat yang berpotensi terjadinya peristiwa Romantis. Mungkin, karena di stasiun kereta banyak tercipta emosi secara alami. Ada emosi perpisahan, ada doa dan harapan, ada bahagianya karena pertemuan, ada cinta pada pertemuan pertama, ada rindu yang membisik merdu, dan perasaan-perasaan lain yang tidak mungkin saya ungkapkan semua :) Yang jelas, stasiun kereta adalah tempat romantis, menurut saya, lho :)) Kadang, stasiun kereta menjadi saksi bisu semua hal yang mengisyaratkan kata cinta.

  • Teropong Bintang Boscha
Saya sama sekali belum pernah mengunjungi tempat ini, tempat yang tidak asing di telinga saya tapi sangat asing di mata saya. Saya bahkan hanya melihat Boscha dari film Petualangan Sherina, menyedihkan. Saya sangat ingin mengunjungi tempat unik tersebut, sayangnya jarak tidak memungkinkan saya untuk segera "berlari" menuju tempat yang sangat ingin saya kunjungi itu. Romantis? Apa hubungan romantis dengan Boscha? Ya! Boscha berhubungan dengan bintang, dengan mata telanjang pun, bintang adalah benda yang romantis, bagaimana jika dilihat dengan teropong? Anda dan orang yang begitu anda cintai melihat banyak bintang ditemani udara dingin Lembang yang secara tidak langsung "menyarankan" anda untuk memeluk seseorang, lebih menyenangkan lagi jika ditemani cahaya bulan yang meliuk-liuk sempurna melalui lensa teropong. escapade romantique à la couronne de la tête :")

  • Shelter
Ada yang berpikir bahwa Shelter adalah tempat yang sangat biasa. Tempat penumpang turun naik dan menunggu bus pada jam yang ditentukan. Tapi, mereka tak pernah menyadari kekuatan dari sebuah penantian yang disebut "menunggu", bagaimana ROMANTIS bisa teramu dengan baik dengan kuatnya perasaan untuk setia menunggu? Yah, at least, itulah ROMANTIS ! :D


  • Bukit Bintang
Tempat ini memang cukup terkenal dikalangan orang-orang yang menyukai sejuknya malam dan keindahan dari cahaya lampu kota. Beberapa kota besar di Indonesia memiliki tempat yang disebut "bukit bintang". Banyak tempat-tempat menyenangkan yang bernama Bukit Bintang. Beberapa tempat itu berada di Yogyakarta, Bogor, Bandung, Surabaya dan beberapa kota besar lainnya. Bukit bintang biasanya berada dalam ketinggian tertentu, sehingga dari titik tersebut dapat terlihat indahnya cahaya lampu kota yang memamerkan binar-binar cerianya :)


Itulah beberapa tempat yang dalam persepsi saya ROMANTIS :) Intinya, tempat romantis tidak harus tempat yang megah, jauh atau memerlukan banyak biaya. Romantis itu ada disekitar kita, tinggal bagaimana caramu menghidupkan suasana. Romantis itu RELATIF :D


with love :)
dwitasari

Senin, 14 Februari 2011

valentine dan JOMBLO NGENES :D

”Valentine itu seperti malam minggu, malam yang selalu ada tapi tak pernah aku anggap ada. Malam yang selalu datang setiap minggu tapi tak pernah aku hitung jumlah kedatangannya.” – Valentine dan JOMBLO NGENES (Dwitasari)

Oh, jadi hari ini tanggal 14 Februari? Lalu kenapa? HAH? 14 FEBRUARI 2011? Hari ini valentine? Hari kasih sayang? Saat pasangan normal saling berbagi kasih, memberi coklat, pelukan hangat, boneka, dan bunga? Ya, Tuhan, bahkan aku tidak menyadari kalau hari ini tanggal 14 Februari. Pentingkah aku terlalu frustasi memikirkannya? Haruskah aku iri dengan pasangan normal yang memasang wajah bahagia sehat sentosa makmur sejahtera? Ya, mungkin aku harus iri, rumput tetangga sebelah memang lebih hijau daripada rumput di halaman rumahku.

Boleh aku bercerita? Tentang kehidupan jomblo bahagia walaupun setengah menderita. Aku yakin, aku tidak seorang diri, diluar sana, entah pria atau wanita pasti mengalami hal yang serupa. Aku pasti memiliki cinta, merasakan rindu, juga merasakan cenat-cenut layaknya manusia normal yang di mabuk asmara pada seseorang, lawan jenis tentunya. Hanya saja, aku (mungkin) kurang ahli untuk menunjukannya. Aku tidak ahli menunjukan perasaanku dan atas kekuranganku itu, aku harus menjadi jomblo? Aku harus melewati Valentine sendirian? Aku harus membeli coklat sendiri dan memakannya sendiri? Apakah hal itu bodoh? Apakah aku terlihat aneh dimata orang-orang yang memiliki status relationship dan tentu memiliki pasangan?

Tuhan, pantaskah aku menyalahkanMu? Atas statusku yang masih sendiri walaupun aku bosan terus-terusan begini? Hey, aku bosan melihat mereka yang dengan santainya merangkul, memeluk bahkan bergelayut manja dengan pasangannya. Aku lelah melihat mereka yang dengan santai mengatakan pada dunia bahwa mereka memiliki seseorang yang dijadikan kesayangan. Aku frustasi setangah mati saat aku bisa melihat tapi tak dapat melakukannya, walaupun sebenarnya aku bisa, sayangnya, aku harus bergelayut manja dengan siapa? Orang utan yang secara spesial diimpor dari Borneo? Ya, Tuhan, aku setengah gila.

Aku berusaha menikmati status ini sebisa dan semampuku. Lupakan makan malam romantis, cokelat manis dan boneka yang tersenyum bengis. Ya, aku pasti (agak) mampu melewati hari kasih sayang ini, sendirian. Aku pasti (setengah) ikhlas melihat mereka yang bisa merayakan hari kasih sayang bersama seseorang yang begitu mereka cintai. Aku tidak perlu iri, dengki apalagi frustasi. Valentine itu seperti malam minggu, malam yang selalu ada tapi tak pernah aku anggap ada. Malam yang selalu datang setiap minggu tapi tak pernah aku hitung jumlah kedatangannya. Ya, valentine hanyalah momentum, dirayakan syukur, ga dirayakan juga (terpaksa) bersyukur.

Tapi, biar bagaimanapun, aku ingin terlihat normal. Bisa menghabiskan waktu dengan seseorang yang membuat jantungku berdetak dengan hebat. Bisa berbagi cerita dengan seseorang yang namanya selalu ada di setiap bilur vena sampai arteri. Bisa merasakan rindu dengan seseorang yang kujadikan kesayangan. Walaupun mungkin oranglain menilai hidupku normal, tapi aku merasa timpang. Tidak ada seseorang yang melengkapi kekuranganku. Aku ganjil dan tidak ada seseorang yang menggenapiku. Biar bagaimanapun, aku juga manusia normal. Ada usaha untuk berbagi, ada usaha untuk mencintai, sayangnya aku tak tahu kenapa aku tetap saja sendiri.

with love :) #flashfiction 475 words
Dwitasari :D

Valentine. Pembodohan?

Sebelumnya, selamat hari kasih sayang! Happy Valentine day 14 February 2011 .
Valentine, kata ini tentu tidak asing dengan teliga kita. Kalau mendengar kata Valentine, pasti identik dengan bunga, coklat, warna pink dan berbagai hadiah-hadiah unik atau mungkin romantis. Valentine juga dikait-kaitkan dengan agama. Well, saya juga tidak mengerti kaitan antara Valentine dan agama. Ada yang mengatakan bahwa Valentine adalah pembodohan, musyrik, kafir, pemalsuan sejarah dan kebohongan.

Jujur, saya tidak memusingkan hal-hal diatas. Mau valentine itu kayak gini kek, mau valentine itu kayak gitu kek, who cares? Lagipula, apakah saat hari valentine terjadi pembunuhan massal? Apakah saat valentine terjadi kematian mendadak saat memakan coklat? Apakah saat valentine, dunia akan runtuh? Selama valentine tidak mengubah dunia sehingga mengalami revolusi besar yang benar-benar berpengaruh negatif, tentu valentine bukanlah hal berbahaya yang harus diperbincangkan dari mulut ke mulut. Faktanya, dari tahun ke tahun, valentine memang tidak membawa pengaruh besar terhadap rotasi bumi ataupun peristiwa yang terjadi di dalamnya.

14 Februari adalah momentum yang memperingatkan kita akan pentingnya kasih sayang dan saling berbagi. Kasih bukan sesuatu yang asing, kita pasti membaginya setiap hari pada seseorang yang menurut kita memang harus dikasihi. Dan valentine, adalah momentum untuk memperingatkan lagi bahwa kasih itu ada dan setiap orang pantas untuk memberi dan menerimanya.

Setiap agama dan kepercayaan, pasti mengajarkan kasih. Kasih antara manusia dan Tuhan serta kasih antara sesama manusia. Jadi, pantaskah beberapa oknum menghakimi bahwa valentine adalah kafir? Dosa? Pembodohan dan pemalsuan sejarah? Jika momentum valentine sebenarnya adalah hanya untuk mengingatkan kita bahwa kasih itu ADA dan setiap orang PANTAS mendapatkannya. Pantaskah beberapa oknum berpendapat bahwa valentine adalah dosa dan dikait-kaitkan dengan agama tanpa bisa menjelaskan bukti secara fakta? Lucunya, bukti-bukti itu hanya mereka dapatkan dari internet dan beberapa blog yang dipertanyakan fakta dan kejelasan informasi di dalamnya.

Selama valentine tidak merusak moral, norma agama, dan nilai-nilai sosial, saya rasa tidak ada yang harus ditakutkan dan dikhawatirkan dari hari kasih sayang yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini :)

Kalau mau berpendapat lain silahkan, tapi bukankah berlebihan jika membahas valentine seperti membahas kasus korupsi di Indonesia? Menjelaskan sejarah valentine secara sistematis blablabla tanpa tahu tujuan apa yang akan dicapai setelah menjelaskan hal tersebut. Korupsi memang berpengaruh di Indonesia, tapi apakah valentine berpengaruh di Indonesia? Lagipula, dalam valentine biasanya terjadi perbuatan saling memberi, saling memberi sudah dipantenkan banyak orang sebagai hal yang baik.

Valentine dikaitkan dengan agama? Saya menjamin akan banyak orang menertawai tingkah anda :D Lagipula, jika anda googling tentang sejarah valentine, yang bermunculan hanyalah informasi blog-blog yang dipertanyakan fakta dan realitanya. Percaya pada sesuatu yang memiliki tanda tanya besar? Lucunya.
Selamat hari kasih sayang :)

with love :)
Dwitasari

Kamis, 23 Desember 2010

Carl and Ellie :) UP !


"sesungguhnya petualangan yang kita inginkan adalah kehidupan indah yang kita jalani sehari-hari"






Saya masih tercengang sehabis menonton DVD film kartun yang adik saya pinjam melalui temannya. Walt Disney memang paling jago kalau membuat film kartun yang bagus, menyentuh, dan menguras air mata. Ceritanya segar, tidak berlebihan, tidak terlalu lama, dan digambarkan dengan pas. Ini kartun kedua yang menguras air mata saya setelah film kartun berjudul Toy Story 3 yang juga diproduksi oleh Walt Disney.

Cerita awal sudah menunjukan kualitas film ini, mengharukan. Mereka memiliki keinginan yang sama untuk merasakan petualangan ke Lost Land in South America. Cinta Carl dan Ellie yang begitu unik. Cinta mereka hidup dalam kesederhanaan tapi mengharukan. Saling menjaga dan menguatkan ketika yang satu merasa lemah. Benar-benar cerita cinta yang unik yang mungkin diinginkan banyak orang, tapi sayangnya Ellie meninggal lebih dulu sehingga Carl tinggal di rumah yang mereka bangun bersama, sendirian. Carl juga harus berjuang sendirian untuk mempertahankan rumahnya agar tidak dihancurkan oleh sebuah proyek perusahaan dan harus menolak ajakan agar dia dirawat di panti jompo. Tapi, muncul seorang anak Pramuka yang bertujuan untuk melengkapi lencana Pramukanya dengan cara merawat orang tua, sehingga dia bisa mendapatkan lencanya.

Dengan kegilaan yang ia miliki, Carl berpikiran untuk mewujudkan mimpi istrinya yang belum terwujudkan yaitu untuk berpetualang ke Lost Land in South America. Yupp! Dia menerbangkan rumahnya dengan ribuan balon udara agar rumahnya bisa terbang menuju Amerika Selatan. Sayangnya, anak Pramuka yang bernama Russel itu masih berada di beranda rumahnya yang telah terbang. Disinilah petualangan mereka dimulai! : )

Film ini mengajarkan kita tentang cinta yang terus ada bahkan sampai kematian memisahkan. Film ini juga mengajarkan kita agar tidak berhenti untuk berpetualang meskipun mungkin orang yang berpetualang bersama kita telah hilang mendahului kita, karena sesungguhnya petualangan yang kita inginkan adalah kehidupan indah yang kita jalani sehari-hari. Spirit of adventure. CROSS YOUR HEART ! :)

with love :)
Dwitasari

Copyright © ID Blog Kamu

Canvas By: Fauzi Blog, Responsive By: Muslim Blog, Seo By: Habib Blog