ID Blog Kamu: mojokerto

Tampilkan postingan dengan label mojokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mojokerto. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2012

Mari, Melihat Api Abadi Bekucuk dan Api Tak Kunjung Padam

Pernahkah dalam suatu perjalanan anda melihat di pinggiran jalan atau tempat tertentu sebuah api yang tak pernah padam. Ya, api yang dapat terus menyala, bahkan air hujan pun tak sanggup untuk memadamkannya. Bukan sembarang api yang berkorbar karena ada sesuatu yang terbakar, melainkan  keluar dan membara karena adanya kekuatan gas bumi yang membuatnya terus menyala. 

Keajaiban sekaligus kekayaan alam Indonesia bukan? Nah Jika anda belum pernah melihatnya, ada baiknya jika anda berkunjung ke beberapa tempat wisata di bawah ini yang menawarkan sesuatu yang bernama  api abadi alias api yang tak pernah padam. Tapi ingat jaga jarak dengan aman dan jauhkan tangan anda jika tak ingin terbakar.

1.Api Abadi Bekucuk
Bekucuk, nama yang sangat lucu untuk sebuah tempat wisata. Tapi apalah artinya sebuah nama, karena sumber api yang diketemukan pada tahun 1993 ini merupakan api  yang berkorbar dari sebuah sumur di dusun Bekucuk, desa Tempuran, Mojokerto
Baik desa maupun semburan apinya itu mempunyai cerita yang berhubungan dengan kerajaan Majapahit. Desa Tempuran, kenapa desa itu dinamakan desa tempuran? karena menurut cerita penduduk setempat, konon desa itu dulunya dijadikan tempat untuk bertempur pada zaman Majapahit. Sehingga dinamai sebagai Desa Tempuran oleh masyarakat setempat. 

Nah, kalau semburan apinya sendiri konon sudah berkorbar pada zaman kerajaan Majapahit, berarti sekitar ratusan tahun lalu.  Panasnya api itu digunakan oleh ahli tempa dari kerajan Majapahit untuk pembuatan keris dan peralatan kerajaan. Selain adanya sumur api, di sekitaran lokasi juga terdapat makam kuno seorang sepuh yang dikeramatkan oleh masyarakat. Pada hari-hari tertentu makam itu sering dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai pelosok daerah.

Ingin menikmati keindahan sumur api ini ada baiknya jika dilihat saat hari menjelang petang. Pasalnya, keindahan semburan apinya akan menerangi kegelapan malam dan ini merupakan moment yang sangat mengesankan. Wisata Sumber Api Abadi Bekucuk terletak di dusun Bekucuk, desa Tempuran, kecamatan Soko, yaitu sekitar 3 Km dari kota Mojokerto. Akses untuk menuju ke lokasi ini mudah untuk ditemukan.

2. Api Tak Kunjung Padam
Selain di daerah Mojokerto, Api Abadi juga dapat ditemukan di daerah Pemekasan, Madura, tepatnya di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan. Keberadaan api abadi ini tidak terlepas dari cerita ajaib dari legenda yang berkembang di masyarakat setempat.
sumber foto:www.aditami-yoanta.blogspot.com
 Menurut ceritanya, dulu ada seseorang yang bernama Kiai Moko, seorang yang sakti dan ternama di Madura. Nama Moko sendiri merupakan nama julukan karena sebenarnya beliau bernama Hadagi. Lantaran kepandaian dan jasanya menyebarkan agama islam di daerah itu lah dia mendapatkan julukan Ki Moko.

Alkisah, Ki Moko ingin mempersunting seorang putri dari Palembang dengan mas kawinnya yang berupa mata ikan lele yang ia tangkap dari sungai. Kemudian mata ikan itu dibawa untuk dipersembahkan kepada calon mempelainya sabagai mas kawin. Tapi, entah kenapa peristiwa ajaib terjadi secara mata ikan itu berubah menjadi sebuah mutiara.

Beruntunglah sang mempelai mendapat hadiah mutiara dari calon suaminya. Kemudian pernikahan pun dilangsungkan di bawah pohon. Keadaan waktu itu sangat gelap fdan untuk menerangkan tempat perniakahannya, Ki Moko lalu menancapkan tongkat yang ada di tangannya ke tanah, lalu muncullah api dari bekas tancapan tongkatnya tadi. Dan titik api itulah yang sampai sekarang masih terus menyala dan dinamakan api tak kunjung padam.

Api Abadi Pemekasan ini merupakan sumber api yang menyala tanpa henti dan tak padam meski turun hujan. Walapun bisa padam jikalau hujannya berupa badai atau hujan besar, namun akan kembali menyala kembali setelah reda. Tidak sedikit pengunjung dan masyarakat sekitar yang memanfaatkan api yang berada di dalam pagar itu untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk membakar ayam, memasak air, membakar jagung. (Berbagai Sumber)

Selasa, 22 Mei 2012

Ada Masjid di bawah tanah

Jika anda pernah membaca atau melihat secara langsung Masjid Pintu Seribu di Tangerang, pastilah anda akan berpikir masjid itu bukanlah seperti masjid pada umumnya bukan?. Nah, seperti halnya dengan tempat beribadah umat muslim yang satu ini. 

Adalah masjid bawah tanah, yang merupakan sebuah masjid yang  tidak dibangun di atas permukaan tanah seperti lazimnya sebuah masjid dibangun, melainkan didirikan di dalam tanah alias di bawah tanah. Sedikit memang yang berani menggunakan konsep mesjid dibawah tanah, nah dibawah ini ada beberapa mesjid di bawah tanah yang bisa ditemukan di wilayah Indonesia.

1.Masjid Bawah Tanah Taman Sari
Masjid Bawah Tanah ini berada  di Komplek Situs Taman Sari, Yogyakarta. Sesuai dengan namanya mesjid ini memang letaknya berada di bawah tanah dan berbentuk melingkar  yang terdiri atas dua lantai, dimana lantai bawah digunakan oleh jemaah wanita dan lantai atas untuk jemaah pria. Di setiap lantai dapat ditemui lubang tempat imam memimpin ibadah.
sumberfoto: www.n1nt1.blogspot.com
 Lantai atas dan lantai bawah terhubung oleh lima buah tangga yang saling terhubung dan di bawahnya terdapat kolam yang konon digunakan untuk berwudhu oleh para jemaah. Mesjid  bawah tanah ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono ke I.

2.Masjid Gua Muhammad
Selain itu juga ada Masjid Gua Muhammad, Masjid jelas tidak bisa dilihat dari luar karena lokasinya berada tepat di bawah Masjid Agung Wisnu Manunggal, di Dusun Losari, Desa pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Kenapa dinamakan masjid ini dengan Go Muhammad? Para jamaah disana memberinya nama itu lantaran sebagai bentuk penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Untuk sampai di masjid ini, perjalanan harus ditempuh sekitar 14 kilometer dari arah Kota Mojokerto. Sesampai di Masjid Agung Wisnu Manunggal, setiap peziarah akan mendapati bangunan masjid biasa. Untuk sampai ke Masjid Goa Muhammad, setiap peziarah harus melewati gapura di sebelahtimur bangunan induk masjid. Gapura itu merupakan pintu menuju masjid bawah tanah.

Di samping timur bangunan induk terdapat sebuah lorong sempit. Dengan kedalaman sekitar 5 meter hingga 7 meter, setiap peziarah yang datang harus masuk secara berjajar ke belakang. Sebab lorong itu hanya bisa dilewati seorang saja. Di sepanjang dinding lorong yang terbuat dari tanah dan pasir, tertempel tulisan nama-nama Allah atau pujian terhadap Rasulullah Muhammad SAW, seperti beberapa penggalan bacaan Maulid-Diba dan Barzanji.

Sejak ditemukan tahun 1995 dan usai dibangun tahun 1997 lalu, Masjid Goa Muhammad ini memiliki ruang utama bawah tanah yang terdiri atas tujuh pintu. Tujuh pintu lorong ini digunakan sebagai baris salat.Setiap lorong bisa ditempati sekitar 7 orang untuk salat. Sehingga saat salat jamaah, masjid bawah tanah ini cukup menampung sekitar 50 orang dengan seorang imam.  Masjid ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi setiap orang untuk lebih khusyuk saat berdzikir atau salat. Sebab saat berada di dalam tanah, tiada yang terdengar kecuali keheningan dan kegelapan. (berbagai sumber)

Copyright © ID Blog Kamu

Canvas By: Fauzi Blog, Responsive By: Muslim Blog, Seo By: Habib Blog