ID Blog Kamu: lampung

Tampilkan postingan dengan label lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lampung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Oktober 2012

Eh! Ada Pantai namanya Pantai Wartawan


Jika Pantai Sundak diambil dari nama Asu dan Landak, Pantai Batu Ular Jember diambil lantaran ada batu yang mirip ular di pantainya, lantas bagaimana dengan Pantai Wartawan?  unik juga namanya sampai kenapa pantai itu dinamakan sebagai Pantai Wartawan? bagaimana ceritanya pantai itu diberi nama sesuai dengan salah satu profesi yang identik dengan mereka para pewarta berita?

Seperti yang diketahui banyak nama pantai di Indonesia terinspirasi oleh cerita-cerita masyarakat yang berkembang di wilayah itu. Misalnya pantai yang disebutkan di atas, namun tak semuanya karena ada juga nama pantai yang diambil dari nama sebuah restoran, yaitu Pantai Indrayanti yang berada di  Yogyakarta.
sumber foto:www.menarasigerlampung.blogspot.com
Sumber Air Panas Pantai Wartawan
Nah, pantai yang berada di Desa Way Muli, Kec Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan ini kenapa bernama Pantai Wartawan memang berhubungan dengan mereka yang terbiasa mencari dan menulis berita atau wartawan. Pasalnya, kawasan pantai ini awalnya dikelola oleh sekumpulan warga lokal yang memang pekerjaannya adalah seorang wartawan, sehingga disepakatilah nama untuk pantai yang mereka kelola sebagai Pantai Wartawan.

Pantai ini bukan hanya sekedar pantai saja karena di sana terdapat sumber air panas di pinggiran pantainya. Yup, sumber air panas itu diduga berasal dari  Gunung Anak Rakata yang masih aktif. Titik-titik sumber air panas itu akan terlihat saat air laut sedang surut di pagi hari atau sore hari, jadi apabila airt laut sedang pasang sumber air panas itu tidak akan nampak dan tertutupi oleh permukaan air laut.

Namanya juga air panas pastilah membuat apa saja yang masuk ke dalamnya dapat dibuat mendidih. Panasnya mencapai 80 derajat celcius dan mempunyai banyak manfaat, anda ingin merebus telur, ikan, udang atau yang lainnya pun bisa sperti untuk membuat secangkir kopi karena sumber air panas ini rasanya tidak asin walaupun berada di pantai. 

Tak hanya itu konon katanya sumber air panas ini dapat mengobati berbagai macam panyakit, dari rematik, gatal-gatal atau yang lainnya. Tapi harus diingat jaga jarak aman diri anda dengan sumber air panas itu, salah-salah terpeleset masuk ke dalamnya, anda pun yang akan rugi.

Lokasi Pantai Wartawan
Pantai Wartawan ini berlokasi di Way Muli, sekitar 14 Km dari Kalianda dan 30 Km dari Simpang Gayam pada jalur Bakauheni, Bandar Lampung. Letaknya berada di arel asempit antara jalan lingkar Gunung Rajabasa, lereng gunung dan laut.  Nah jika Anda adalah seorang wartawan yang kebetulan sedang ada di Lampung, sepertinya tempat ini layak untuk dikunjungi mengingat nama profesi anda sama dengan nama pantai ini.

Berbicara soal pantai dengan sumber air panas di pinggiran pantainya, ternyata bukan hanya dapat ditemukan di Indonesia saja melainkan juga dapat ditemukan di negara lain, seperti di Selandia Baru. Di pesisir timur Semenanjung Coromandel, Selandia Baru ada sebuah pantai yang bernama Pantai Air panas, dimana didalam pasir pantainya itu dapat ditemukan sumber air panas. (berbagai sumber)

Minggu, 30 September 2012

Sedikit Kenangan Snorkling di Pulau Kelagian

Suatu hari waktu itu, tepat di atas kepala saya awancukup berawan, begitu bersahabat dan ada tan\da-tanda hari ini akan hujan. Semilir angin berhembus siang ini di perahu, semakin membuat saya  mulai tidak sabar untuk segera mencicipi sensasi snorkeling di wilayah Pulau Kelagian, Pantai Klara (Klapa Rapat), Lampung Selatan, semakin ingin saja menuju ke tempat snorkeling yang ada di pulau tersebut

Dengan berbekal informasi dari sang petunjuk arah yang kebetulan juga adalah pemilik perahu perihal tempat-tempat mana di sekitar pantai Klara ini yang biasa digunakan untuk aktivitas snorkeling, ia pun dengan serta merta menunjukkan tempat yang menurutnya mempunyai pemandangan yang terbaik di wilayah itu, yaitu disekitar pulau Kelagian.
Adalah sebuah perahu nelayan berkapasitas maksimal 12 orang yang rombongan kami tumpangi, letak spot hanya beberapa KMdari bibir pantai Klara, jadi hanya membutuhkan waktu kurang lebih 20-30 menit untuk sampai di lokasi snorkling.

Dengan dikawal oleh seorang anggota dari  pasukan katak TNI AL, kenyamaan dan keselamatan menjadi lebih terjamin dalam melakukan aktivitas fun ini. Lain ceritanya apabila rombongan kami dibiarkan pergi tanpa didampingi oleh orang yang expert yang dapat membantu kami apabila menemui kesulitan di medan.

Kami pun melaju perlahan, semakin  menjauh dari pinggiran pantai dan menuju ke tengah. Jarak sekitar beberapa meter sudah dapat terlihat jejeran karang-arang yang muncul di atas permukaan air.  Kapal mesin berhenti dan nelayan yang membawa kami pun mulai mendayuh kecil perlahan seraya menghindari kapal dari hantaman karang yang tajam.

Disinilah tempatnya kata pemilik perahu itu, sesaat kemudian kami pun bersiap dengan fin dan snorkel masing-masing untuk mulai turun ke perairan. Tetapi sebelum turun untuk snorkeling ria, kami diingatkan agar senantiasa selalu menghindari kontak langsung dengan duri-duri babi laut yang banyak di daerah itu karena efeknya jelas akan merugikan diri sendiri.

Segeralah dengan dikomandoi oleh orang yang berpengalaman di bidang ini, kami pun yang berjumlah 10 orang segera memulai aksi snorkeling dengan arahan orang tersebut dengan mengelilingi perahu  antara jarak 600 meter dengan perahu.

Berenang-kesana kemari dengan posisi tak jauh dari kapal, apa yang ada didalamnya? beberapa terumbu karang yang terlihat dari atas perahu ini dalam kedaan yang rusak, rusak akibat dari penngunaan bom ikan, penangkapan ikan dengan menngunakan bom dulu sering dilakukan kata pemilik perahu yang juga adalah warga yang tinggal di sekitar pantai Klara

Ikan-ikan berukuran kecil yang berenang kesana kemari sudah dapat kami temui saat perahu melalui karang-karang, ubur-ubur punselalu menghantui kami. Setelah kurang lebih satu jam lamanya berenang-renang, kami pun memtuskan untuk pulang. Cuaca berubah, dengan ditemani oleh tetesan hujan yang semakin lama semakin deras menghujani akhirnya kami pun sampai ke Pantai Klara kembali.


Copyright © ID Blog Kamu

Canvas By: Fauzi Blog, Responsive By: Muslim Blog, Seo By: Habib Blog