ID Blog Kamu: kepulauan riau

Tampilkan postingan dengan label kepulauan riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepulauan riau. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Wow!! Ada Tugu Perjanjian Manusia dan Roh Penasaran di Bagan Siapiapi


Kali pertamanya membaca di laman berita lokal, memang sedikit terkejut. Pasalnya ada sebuah tugu yang erat kaitannya dengan sebuah perjanjian antara manusia dan setan yang selalau menggoda.

Sayang tidak banyak keterangan yang bisa digali, namun tugu yang lokasinya di pinggiran jalan ini keberadannya sarat dengan cerita sejarah yang terjadi di masa lalu di Bagan Siapiapi, Riau. Dikisahkan dulu pada tahun 1928 pernah terjadi kegaduhan, dimana  tempat-tempat perjudian, rumah-rumah prodeo, tempat meminum minuman keras banyak terjadi peristiwa yang tak masuk di akal.
Misalnya di rumah prodeo sering terdengar suara orang sedang mandi namun saat dicek ternyata tak ada satu pun orang yang mandi. Begitu pun di tempat perjudian, batu-batu mahyong yang bisa di pakai dalam permainan judi sering berputar-putar sendiri. Kontan, para penghuninya dibuat bingung dan mengadu kepada para biksu Budha yang ada di Bagan Siapiapi untuk mengantisipasi hal ini.

Namun para biksu itu tak bisa berbuat apa-apa, yang lantas kemudian memanggil biksu Budha dari Singapura dan Taiwan. Setelah dicek, hantu-hantu yang menggoda itu adalah roh-roh orang yang mati di laut. Nah, para biksu itu pun lalu membuat semacam ritual yang berupa perjanjian dengan para roh-roh gentayangan itu.

Isi perjanjiannya itu para roh-roh diberikan kesempatan menghidur diri selama satu minggu. Di seluruh kota Bagansiapiapi didirikan tempat hiburan simbolik yang terbuat dari bambu dan kertas, dan di sinilah para roh-roh itu menghibur dirinya selama satu minggu. Setelah puas, kemudian diadakan perjanjian kembali antara biksu dan roh-roh tersebut. Roh yang bergentayangan tidak boleh naik lagi ke darat. 

Dan sebagai bukti perjanjian terbut maka dibuatlah tiga prasasti atau tugu yang bertuliskan Lam Hu Omitohud. Setiap kali para roh-roh itu kembali ke darat dan membaca tugu perjanjian tersebut, mereka akan kembali ke laut. Tugu-tugu perjanjian tersebut tidak boleh hilang,jika tugu tersebut hilang maka perjanjian dengan roh itu akan batal.

Sebagai catatan Kota Bagan Siapiapi memiliki komunitas tionghoa yang besar di Indonesia. Komunitas ini tersebar di hampir pelosok kota Bagan Siapiapi, pun klenteng sebagai tempat ibadahnya pun setali tiga uang, dapat dijumpai di sudut-sudut kota. Tionghoa di Bagan Siapi-api juga mempunyai tradisi bakar Tongkang yang merupakan satu-satunya tradisi di dunia yang melakukan hal seperti ini. (berbagai sumber)

Kamis, 13 September 2012

Ini Taman Batu Natuna, Bung!

Taman yang terletak di Natuna, Kepulauan Riau ini memang lain daripada yang lainnya. Bukanlah taman seperti kebanyakan taman lainnya yang selalau dihiasi oleh tanaman-tanaman cantik yang memanjakan mata. Bukan pula sebuah taman bunga seperti Royal Botanic di Inggris yang mempunyai koleksi tanaman terbesar di dunia atau pun The Skagit Valley di Amerika yang masuk dalam daftar 100 tempat yang harus anda kunjungi sebelum meninggal.

Batu Megalitik

Yup, Alif Stone Park nama tamannya, taman ini memang berbeda karena hanya diisi bongkahan batu-batu besar yang pinggiran pantai Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur bukan seperti taman-taman di atas. Walaupun taman itu hanya ada bongkahan batu-batu purba atau Megalitik yang tidak diketahui asal muasalnya alias masih teka-teki, tetapi jumlahnya bukan main banyaknya.
sumber foto:www.natuna-tourism.blogspot.com
Dengan luasnya yang mencapai tiga hektar ini, hamparan batu-batu besar berwarna putih itu saling tindih menindih antara satu dengan yang lainnya. Berjejeran dan membentuk sebuah pemandangan yang cantik dan menawan, terlebih lagi jika dipadukan dengan pasir putih dan air laut sekitarnya yng jernih.
Bayangkan saja Anda berdiri disana di antara bongkahan batu yang besarnya jelas lebih besar daripada Anda, tentu hal yang sangat menakjubkan.. Anda bisa bersantai sambil duduk duduk di bebatuan menikmati sunset, dan juga bisa dengan leluasa memilih lokasi bersantai di celah-celah batu untuk berendam. Air laut di lokasi sangat jernih sehingga bisa melihat ikan ikan kecil atau ikan hias berwarna warni serta terumbu karang dengan mata telanjang. 

Di kompleks Alif Stone Park, pihak pengelola telah membangun jalan atau jembatan (titian) yang menghubungkan antara batu yang satu dengan batu yang lainnya. Lebarnya sekitar satu meter dimana bagian kanan kirinya berhias pot-pot bunga yang warna-warni. Jembatan itu dibuat selain untuk memperindah pemandangan juga dimaksudkan untuk mempermudah pengunjung berjalan-jalan di atasnya sambil mengeksplorasi keseluruhan lokasi taman.

Penduduk sekitar menamakan tempat ini sebagai Batu Alif karena diantara bebatuan itu ada sebuah  batu bergaris putih yang letaknya paling tinggi diantara batu lainnya.  Batu bergaris putih itu menyerupai huruf alif dalam bahasa Arab. Oleh karena itu penduduk sekitar memberi nama tempat ini sebagai batu alif yang kemudian berubah menjadi Taman Batu Alif.

Alif Stone Park sekarang ini merupakan salah satu objek wisata unggulan di Natuna, Kepulauan Riau. Pemerintah daerah setempat dalam rangka mendorong agar banyak wisatawan berkunjung kesana telah melakukan berbagai upaya, seperti membangun homestay, akses jalan, dan fasilitas pendukungnya.

Oh iya, tak ketinggalan di kompleks bebatuan ini juga bisa di saksikan kerangka Hiu yang berada di dalam area pengelola.Kerangka hiu itu diperoleh dari pantai Sujung, tempat hiu itu terdampar sekitar tahun 2002 silam 

Lokasi Taman Batu Natuna
Bagaimana caranya kesana? hal pertama yang harus dilakukan adalah Anda harus berada di Natuna terlebih dahulu. Lokasi ini sudah terkenal di wilayah itu jadi tidak ada kendala yang berarti jika anda sudah berada di sana. Selain itu lokasi taman mudah dicapai karena hanya berjarak kurang dari tiga kilo meter dari Ibu Kota Natuna, yaitu Ranai atau sekitar 15 menit perjalanan. Lokasi juga mudah dicapai oleh seluruh alat transportasi karena infrastruktur jalannya cukup tersedia.

Berbicara mengenai batu-batu besar di pinggiran pantai, selain di Natuna batu besar itu juga dapat dijumpai di beberapa tempat. Sebut saja di Yeliu Geopark yang berada di Taiwan. Di tempat ini seluruh permukaan pantainya dipenuhi oleh bebatuan dengan beragam ukuran yang terbentuk karena angin dan erosi laut selama ratusan bahkan ribuan tahun. 

Selain itu batu-batu  besar juga dapat dijumpai di Bangka Belitung, tepatnya di Pantai Tanjung Kelayang. Di pantai ini tersebar batu-batu granit yang jumlahnya mencapai ratusan. Nama pantainya sendiri terinspirasi dengan batu granit besar yang bentuknya seperti burung Kalayang yang banyak dijumpai di pantai ini. (berbagai sumber)

Copyright © ID Blog Kamu

Canvas By: Fauzi Blog, Responsive By: Muslim Blog, Seo By: Habib Blog